Anton Medan, yang mengaku sebagai teman tak memungkiri kalau masa lalu Yorrys memang begitu kelam. Pada 1988 dirinya sempat nyaris bergesekan dengan Yorrys, di mana saat itu Anton masih menjadi preman yang menguasai daerah Ibu Kota dengan membuka lokasi judi.
"Dia (Yorrys) juga mau buka juga ya buka saya bilang ya sudah buka saja, waktu itu dia Ketua PP DKI, tapi itu dulu. Dia itu pegang diskotek dan bekingi judi. Tapi itu kan masa lalu," tutur pria yang kini menjadi ustadz itu kepada Okezone.
Sementara itu, Yorrys mengatakan, terkait masa lalunya yang dekat kekerasan meminta semua pihak melihatnya secara jernih, dan jangan mengaitkan hal tersebut dengan kejadian bentrokan di internal Partai Golkar.
"Begini, saya tumbuh besar di organisasi kepemudaan dan sekarang saya Ketua KSPI punya anggota jutaan, terutama dari Papua. Apalagi, tindakan kader Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, itu kan mencerminkan Golkar yang mempertontonkan hal itu (keburukan)," ujarnya kepada Okezone, Kamis (12/3/2015).
Yorrys justru merasa heran dengan partainya yang masih merekrut orang seperti itu. Ke depan, sambungnya, ini harus menjadi catatan dalam melakukan perekrutan dengan mengedepankan loyalitas dan tidak melakukan perbuatan tercela seperti yang terjadi dalam forum politik.