Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tertipu Calo, Impian Yuliana Jadi TKI Berakhir Duka

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2015 |20:16 WIB
Tertipu Calo, Impian Yuliana Jadi TKI Berakhir Duka
KBRI Riyadh berusaha melayani WNI di Arab Saudi
A
A
A

RIYADH - Dengan tas tangan yang tampak lusuh dan kumal, Yuliana Rahmawati Ridwan tiba di Bandara Internasional King Khaled, Riyadh pada hari Selasa, 3 Maret 2015 menggunakan maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines. Ini Pertama kali Yuliana melakukan penerbangan internasional, dia tak tahu harus ke mana. Ia tertegun diam di depan konter imigrasi sampai ditegur seorang petugas bandara. Berkomunikasi dalam masing-masing bahasa, Indonesia dan Arab, komunikasi keduanya tidak nyambung. Akhirnya petugas bandara tersebut memanggil Arief, seorang WNI yang bekerja di Bagian VIP Bandara.

Dengan rasa iba, Arief mencoba membantu Yuliana yang menyatakan maksud kedatangannya ke Arab Saudi untuk bekerja dan ‘sponsor’ pengirimnya menyatakan bahwa majikannya akan menjemput di Bandara. Penasaran, Arief memeriksa paspor Yuliana dan mendapati bahwa Yuliana menggunakan visa kunjungan (ziarah) dan tertulis dalam bahasa inggris “Not Permitted to Work” (tidak boleh bekerja). Arief kemudian menghubungi KBRI Riyadh.

Mendapati laporan tersebut, Pelaksana Fungsi Konsuler 3, Chairil Anhar Siregar langsung menginstruksikan staf untuk menjemput Yuliana.

“Dari sisi Indonesia, menggunakan visa kunjungan atau ziarah untuk bekerja di Arab Saudi merupakan pelanggaran kebijakan nasional moratorium TKW. Sementara dari sisi Arab Saudi, praktek tersebut merupakan bentuk pelanggaran keimigrasian, karena sudah jelas tertulis tidak boleh bekerja,” tutur Chairil.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement