PONTIANAK - Warga Kampung Bansir Laut sudah terbiasa dengan keberadaan Kembaran, buaya penjaga Sungai Kapuas. Selama ratusan tahun berdiam, buaya tersebut tak pernah menggangu warga saat beraktivitas, khususnya warga asli Pontianak.
Seperti diketahui, warga Kampung Bansir Laut percaya jika penjaga Sungai Kapuas itu merupakan wujud dari seorang nenek yang disebut sebagai Mak Tua. Mak Tua sendiri menurut warga sudah meninggal dunia.
Selain itu, warga sekitar juga percaya jika Sungai Kapuas yang ada di Kota Pontianak memiliki beberapa "penjaga" seperti buaya hitam, buaya kuning, dan buaya putih.
Meski terdapat beberapa penjaga, ketiganya memiliki kawasan yang diyakini warga sekitar pesisir Sungai Kapuas mereka memiliki kekuasaan wilayah masing-masing.
Seperti buaya kuning atau putih, mereka biasa berada di kawasan sungai yang tak jauh dari Keraton Kadriyah Pontianak yang hanya beberapa meter dari Jembatan Kapuas.
Sementara buaya hitam berada di kawasan Kampung Bansir laut.
Tokoh pemuda berasal dari Kampung Bansir Laut, Atut, menjelaskan, penjaga Sungai Kapuas berwujud buaya tersebut masing-masing memiliki kawasan tersendiri.
"Seperti di Kampung Bansir, buaya yang biasa dilihat masyarakat adalah berwarna hitam keabu-abuan. Tetapi kalau di bawah jembatan biasanya biaya berwarna kuning, dan di kawasan Sungai Landak buaya berwarna putih," ungkapnya kepada Okezone.
Menurut Atut, keberadaan para buaya sebagai penjaga Sungai Kapuas telah puluhan bahkan ratusan tahun tidak pernah menjadi ancaman bagi keselamatan warga Pontianak.
"Biasanya yang menjadi korban bukan orang Pontianak. Kalaupun ada korban itu juga jarang sekali, tetapi yang pasti kalau ada korban bukan orang Pontianak," katanya.
Sang penjaga Sungai Kapuas tersebut, jelas Atut, juga tidak pernah menunjukkan wujud secara utuh kepada masyarakat sekitar.
"Biasa mereka hanya memperlihatkan kepala. Dan, ini sudah puluhan tahun seperti ini. Asal, ritual buang-buang dilakukan saat akan memasang meriam karbit atau acara pernikahan, warga tetap aman," jelasnya.
Terhadap jenis buaya lain yang berada di Sungai Kapuas ini, diyakini Atut tidak pernah ada.
"Saya dari kecil suka berenang di sini buaya tidak pernah ada. Mereka adanya di Kakap atau di daerah lain. Tapi di Kapuas ini tidak pernah ada, kemungkinan karena aktivitas sungai yang sangat ramai," jelasnya.
Bahkan, diakui Atut, anak-anak sekitar Kampung Bansir dan pesisir Kapuas tidak jarang berenang menyeberangi sungai lalu lalang dan sama sekali tidak pernah melihat buaya.
"Anak-anak biasanya berenang untuk mengejar layangan dengan berenang menyeberangi sungai. Alhamdulillah sejauh ini aman, karena buaya memang kalau muncul ada saat-saatnya," pungkas Atut.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.