BOSTON – Setelah lebih dari 11 jam proses pengadilan, juri federal di Boston, Amerika Serikat (AS), menyatakan Dzhokhar Tsarnaev bersalah atas 30 dakwaan yang berkaitan dengan pengeboman di ajang Boston Marathon 2013.

Seperti diberitakan Xinhua, Kamis (9/4/2015), Tsarnaev juga dinyatakan bersalah atas pembunuhan seorang perwira polisi setelah pengeboman tersebut.
Karena hukuman mati termasuk sebagai kemungkinan dakwaan dalam 17 dari 30 kasus, pengadilan kemudian akan melanjutkan proses ke tahap selanjutnya. Saat itu, juri yang sama akan mempertimbangkan apakah Tsarnaev mesti dihukum mati atau menjalani hukuman penjara seumur hidup.
Dalam tahap hukuman mati, dewan juri akan diminta mempertimbangkan faktor yang memberatkan seperti kejinya aksi kejahatan tersebut berbanding faktor yang meringankan, seperti sejarah kesehaan mental dan keluarganya. Juri juga perlu mempertimbangkan usia Tsarnaev, yang masih relatif muda, ketika melakukan perbuatannya.
Saat itu, Tsarnaev masih berusia 19 tahun ketika ia diduga melakukan dua pengeboman mematikan bersama kakaknya Tamerlan Tsarnaev. Insiden terjadi di garis finis yang dipadati penonton dalam Boston Marathon pada 15 April 2013.
Tiga orang tewas dalam pemboman itu dan 264 orang lagi menderita luka serius. Tamerland Tsarnaev tewas dalam bentrokan dengan polisi.
"Saya harap putusan hari ini menyediakan sedikit penutupan bagi penyintas, keluarga dan semua orang yang jadi korban aksi kekerasan dan tragis tersebut, seputar Boston Marathon 2013," demikian pernyataan Wali Kota Boston Martin Walsh.
Pada Rabu 8 April sore waktu setempat, Kantor Kejaksaan AS di Massachusetts mem-posting "tweet" bahwa tanggal bagi tahap hukuman mati dalam proses pengadilan Tsarnayev belum ditetapkan.
Meskipun Tsarnaev menyatakan tidak bersalah sejak awal proses pengadilan, tim pembelanya memusatkan perhatian untuk meyakinkan juri bahwa ia berada di bawah pengaruh kakaknya, yang dominant. Taktik pembelaan yang dirancang bukan untuk menang dalam pengadilan tapi pengadilan tidak menjatuhkan hukuman mati.
Sejak proses pengadilan dimulai pada 4 Maret, jaksa penuntut umum telah menghadirkan 92 saksi sedangkan tim pembela hanya memanggil empat saksi.
Di dalam argumentasi penutupannya selama 50 menit, Pembela Tsarnayev, Judy Clarke, berulangkali merujuk kepada kenyataan bahwa Tsarnayev berusia 19 tahun dan kakaknya berumur 26 tahun ketika serangan tersebut terjadi pada 2013, dan menyebut Tsarnaev "seorang remaja"
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.