MAKASSAR - Keluarga dan santri Ponpes Tanfidzul Alquran mencari keberadaan Ustadz Muhammad Basri, M.A. yang menghilang sejak tadi pagi. Dikabarkan Ustadz Basri ditangkap Tim Densus 88 Antiteror.
Ustadz Muhammad Basri, M.A. adalah pemimpin Pondok Pesantren Tanfidzul Alquran yang berada di dekat Kompleks Perumahan Pesona Alam Indah, Jalan Manuruki, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Pada tablig akbar akhir yang dilaksanakan Maret 2015, Ustadz Basri berceramah. Ceramah tersebut berisi kritikan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mengumandangkan Islamic State.
Di sekitar pelaksanaan tablig akbar itu bertebar spanduk dan bendera tauhid berwarna hitam yang bertulis lafaz "Laa Ilaaha Illallah" seperti yang kerap digunakan kelompok militan ISIS.
Ustadz Mukhlis, santri sekaligus ustadz bantu di ponpes pimpinan Ustadz Basri, saat dikonfirmasi mengatakan informasi ditangkapnya Ustadz Basri itu sudah beredar. Maka itu, santri dan para keluarga mencari keberadaan ustadz yang diduga ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror tersebut.
"Rencananya siang ini keluarga akan ke kantor polisi untuk menanyakan," ujarnya.
Ustadz Mukhlis, yang dikonfirmasi via telefon, menjelaskan berdasarkan keterangan warga bahwa Ustadz Basri ditangkap di Jalan Manuruki, tepatnya di depan Apotek Bungadia Blok A di Kelurahan Sudiang Raya.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.