JAKARTA - Isu reshuffle kabinet kian kencang berhembus. Sejumlah menteri Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dianggap layak diganti.
Salah satu yang menjadi sorotan yakni Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Pengamat Kemaritiman, Y Paonganan menilai, Menteri Susi kerap melakukan pencitraan dalam menangani kasus pencurian ikan (illegal fishing).
"Dia itu tidak becus menangani perikanan. Jadi jangan asal menyalahkan. Jika ingin tahu siapa yang salah dalam perkara ini, semuanya salah baik pemerintah, penegak hukum maupun menterinya itu sendiri," kata dia, Senin (18/5/2015).
Menurutnya, aksi penanganan perkara illegal fishing yang dipamerkan Susi sejauh ini lebih terkesan pada pencitraan semata. Dia bahkan meragukan seorang Menteri Susi tidak akan mampu menyelesaikan persoalan illegal fishing yang sudah kronis.
"Illegal fishing itu seperti memberantas prostitusi karena di dalamnya melibatkan pengusaha, pejabat negara dalam praktiknya. Harusnya duduk bersama dalam menangani perkara ini. Perlu diingat, memberantas illegal fishing itu tidak cukup hanya meledakkan atau membakar kapal saja. Itu sama saja terlalu banyak pencitraannya," sindirnya.
Pria yang akrab disapa Ongen ini melanjutkan, masyarakat harusnya cermat dan jangan terbujuk dengan aksi penenggelaman atau peledakan kapal yang selama ini marak dilakukan.
"Semua kapal itu ditenggelamkan karena sudah inkracht. Jadi bukan tiba-tiba dia nangkap langsung diledakkan," ungkapnya.
Dia pun mengkritik dengan cara peledakan kapal yang diterapkan guna memberantas illegal fishing. Menurutnya, kapal-kapal tersebut akan lebih efisien dan efektif bila diberikan kepada nelayan Indonesia yang memang membutuhkan.
"Ketika putusan inkracht, kapal itu sudah milik negara, disita. Kasih ke nelayan. Kalau diledakkan, coba dipikir berapa biaya operasional kapal perang untuk meledakkannya. Semakin rugilah negara ini," tukasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.