Cita-Cita Pak Harto Belum Terwujud

Prabowo, Okezone · Senin 08 Juni 2015 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 510 1161740 cita-cita-pak-harto-belum-terwujud-Z9tJ0YMmHx.jpg Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto (Foto: Arif Julianto/Okezone)

YOGYAKARTA - Presiden kedua RI, H.M. Soeharto, memimpin negeri ini selama 32 tahun, sejak 1967 hingga 1998. Selama itu pula, masih ada cita-cita Pak Harto yang belum terwujud, yakni mensejahterakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Siti Hediati Hariyadi, putri keempat Pak Harto saat ditemui Okezone, beberapa hari lalu di Kepatihan Yogyakarta. Meneruskan cita-cita sang ayah menjadi salah satu alasan Titiek Soeharto -sapaan akrabnya- terjun dalam dunia politik di Partai Golkar.

"Cita-cita Pak Harto yang belum tercapai, bagaimana membuat masyarakat sejahtera, itu yang membuat saya terjun di Parpol," kata ibu satu anak (Didiet Prabowo) dari pasangan Prabowo Subianto tersebut.

Titiek melihat masih banyak masyarakat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. "Beli beras enggak bisa, dia (seseorang) enggak bisa nyekolahin anaknya, dia enggak bisa ngasih makan keluarganya karena hidupnya miskin," kata perempuan kelahiran Semarang, 14 April 1959 ini.

Tak heran, kata Titiek, kasus kejahatan semakin merajalela terjadi di masyarakat karena hidup di bawah garis kemiskinan.

"Makanya sekarang banyak kejahatan-kejahatan karena faktor itu tadi (miskin). Jadi terpaksa dia nyolong, merampok, atau apa-apa gitu namanya. Sehingga kejahatan jadi meningkat," jelasnya.

Titiek melihat kejahatan yang terjadi di masyarakat ditengarai karena hidup di bawah garis kemiskinan. "Itu (kejahatan) kan ekses (imbas) dari kemiskinan di negara ini," imbuhnya.

Kondisi itu bertolak belakang jika kesejahteraan masyarakat meningkat. Memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup menjadi indikator hidup sejahtera di masyarakat.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini