Sudah Dua Tahun Keluarga Cendana Tak Gelar Haul

Bramantyo, Okezone · Senin 08 Juni 2015 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 510 1161756 sudah-dua-tahun-keluarga-cendana-tak-gelar-haul-QB3znFV55m.jpg Rumah Soeharto di Kalitan Solo (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Rumah kediaman almarhum mantan Presiden Soeharto yang terletak di Jalan Kalitan Solo, Jawa Tengah terlihat ramai pengunjung. Saat Soeharto masih berkuasa, Ndalem Kalitan-begitu biasa disebut warga Kota Solo-tak bisa sembarang orang bisa mendekatinya. Jangankan untuk masuk ke dalam Ndalem Kalitan, berhenti di depan Kalitan pun sudah pasti dilarang.

Namun, sejak mantan Presiden Soeharto meninggal, Ndalem Kalitan dibuka lebar-lebar oleh pihak keluarga. Sejak saat itu, tak terlihat lagi keangkeran di Ndalem Kalitan. Warga pun tak lagi takut bila berkunjung ke Ndalem Kalitan. Sebaliknya, saat ini Ndalem Kalitan berubah menjadi tempat rekreasi dadakan bagi warga sekitar.

Saat Okezone bertandang ke Ndalem Kalitan, di halaman dalam, tepatnya di pendopo keluarga, banyak sekali warga yang ingin melihat-lihat isi dalam Ndalem Kalitan. Banyaknya warga yang ingin melihat isi dari rumah kebanggan keluarga Cendana ini pun dimanfaatkan para pengurus Ndalem Kalitan untuk berperan sebagai tur gaet.

Tentu saja, meski tidak menentukan besaran tarif, para pengunjung ini pun memberikan uang lelah ala kadarnya kepada karyawan Ndalem Kalitan yang mengantarkannya keliling Ndalem Kalitan.

"Sebenarnya, kalau tidak anak-anak Pak Harto, para pengunjung ini pun bisa melihat kamar yang dulu pernah dipakai Pak Harto dan Ibu Tien beristirahat. Tapi berhubung ada anak-anak Pak Harto, kami tidak bisa mengantarkan masuk ke dalam. Karena dilarang," ungkap security Ndalem Kalitan Hartono kepada para pengunjung Ndalem Kalitan, Minggu 7 Juni 2015.

Setelah para warga pengunjung Ndalem Kalitan ini berlalu, Okezone bertanya pada security Ndalem Kalitan siapa putra almarhum Pak Harto yang datang.

Menurut Totok, anak-anak Pak Harto yang datang ke Ndalem Kalitan adalah Siti Hediati Hariyadi atau Titik serta Siti Hutami Ndang Adiningsih atau biasa disapa Mamik.

"Yang datang ke sini sejak kemarin itu Mbak Titik dan Mbak Mamik. Kalau Mbak Tutut belum datang ke Ndalem Kalitan. Kalau Mas Tommy, Mas Bambang dan Mas Sigit,itu biasannya tidak pernah mampir. Tapi langsung ke makam bapak dan Ibu di Mangadeg,"papar Totok kepada Okezone sambil menunjukan dua mobil mewah yang terparkir di pojok dalam dari Ndalem Kalitan.

Menurut Totok, kedatangan kedua putri Soeharto tersebut tidak ada hubungannya dengan haul Soeharto. Malah sebaliknya security Ndalem Kalitan ini mengaku tidak mengetahuinya.

"Memangnya kapan itu Haulnya Pak Harto," tanya sekuriti Ndalem Kalitan pada Okezone.

Setelah mendapatkan penjelasan, baru sekuriti Ndalem Kalitan ini mengetahuinya. Menurut Totok, kedatangan kedua putri almarhum Pak Harto ini bukan dalam rangka Haul Pak Harto. Kedatangan Titik dan Mamik dalam rangka ziarah menjelang bulan suci Ramadan.

Totok menambahkan, sepengetahuan dirinya bekerja di Ndalem Kalitan tidak ada rencana dari pihak keluarga menggelar Haul Pak Harto di Ndalem Kalitan.

"Sampai saat ini, tidak ada persiapan sama sekali Haul Pak Harto. Kalau ada rencana menggelar Haul, pastilah sekarang sudah ada tenda yang berdiri. Tapi sejauh ini, tidak ada. Tidak tahu saya kalau diperingatinya di Astana Giribangun, Mangadeg, Matesih sana," papar Totok.

Terakhir kalinya keluarga Cendana menggelar Haul Pak Harto di Ndalem Kalitan pada tahun 2013, dua tahun lalu. Setelah itu sampai sekarang, tak ada lagi peringatan Haul Pak Harto di Ndalem Kalitan.

"Terakhir 2013 lalu. Habis itu sudah tidak ada lagi peringatan Haul Pak Harto," ujarnya.

Namun sayangnya, saat Okezone bermaksud untuk bertemu dengan salah satu putri Pak Harto, dari pihak pengurus rumah tangga seperti yang disampaikan kepada sekuriti Ndalem Kalitan tidak berkenan untuk menemui.

"Maaf, baik Mbak Mamik maupun Mbak Titik kata Pak Agus (pengurus RT Ndalem Kalitan) tidak bersedia," terangnya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini