"Islah yang terpenting adalah islah antara Djan Faridz dengan Yasonna Laoly, bukan dengan Romi karena Romi hanya pion saja. Dia ada yang menggerakkan di belakangnya. Siapa di belakangnya? Itu saja dulu," tambah Surya.
Selanjutnya terkait Pilkada, Surya pun mendukung rencana Djan Faridz akan menitipkan kadernya pada parpol lain seperti Gerindra jika partai yang dipimpinnya tidak bisa mengikuti Pemilihan Kepala Daerah serentak tahap pertama Desember mendatang.
"Normal bila PPP meminta dukungan dari partai lain. Itu biasa. Kalau kita punya tokoh yang bisa dijual untuk Pilkada minta dukungan dari partai lain itu biasa. Apabila ada pembicaraan dengan Gerindra untuk memasukkan orang PPP ke Gerindra kemudian Gerindra mendukung itu adalah hal yang biasa," ungkap SDA.
SDA sebelumnya juga sudah menerima kunjungan para elit Koalisi Merah Putih ke rumah tahanan detasemen polisi militer (Rutan Denpom) Guntur, tempat ia ditahan KPK sejak 10 April 2015 Para elit KMP yang membesuk SDA adalah ketua umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie dan politisi lain seperti Azis Syamsudin, Edi Suparno, dan mantan Ketua PAN Amin Rais.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.