Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tujuh Wilayah Pesisir di Bengkulu Terancam Kekeringan

Demon Fajri , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2015 |11:23 WIB
Tujuh Wilayah Pesisir di Bengkulu Terancam Kekeringan
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

BENGKULU - Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG) Bengkulu, Febri Sugiansyah, mengatakan wilayah di bagian pesisir Provinsi Bengkulu, seperti Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur dan Kota Bengkulu, dilanda musim kemarau sejak satu bulan terakhir.

Namun untuk di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, dan Kepahiang masih ada hujan dengan intensitas ringan. Sehingga, tidak begitu berpengaruh dengan masuknya musim kemarau.

"Curah hujan sejak satu bulan terakhir menurun. Ini terjadi di wilayah bagian pesisir Bengkulu," kata Febri kepada Okezone, Senin (29/6/2015).

Meski demikian, kata dia, topografi wilayah Bengkulu masih dekat dengan laut dan dataran tinggi. Sehingga, musim kemarau di Bengkulu tidak begitu berpengaruh. Selain itu, jelas Febri, Bengkulu masuk wilayah nonzona musim (ZOM).

"Kita memprediksi musim kemarau akan melanda Bengkulu hingga akhir Agustus. Kalau suhu temperatur udara di Bengkulu mencapai 32 hingga 33 derajat," jelas Febri.

Terkait masuknya musim kemarau di Bengkulu, lanjut Febri, dari BMKG Bengkulu telah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dengan tujuan, agar kekeringan di Bengkulu bisa ditanggapi.

"Sudah kita koordinasikan dengan pemerintah. Yang jelas, kita mengharapkan dari masyarakat Bengkulu bisa memanfaatkan air sebaik mungkin serta menghindari penggunaan air yang berlebihan," pungkas Febri.

 

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement