"Jaringan pipa yang diperbaiki itu berasal dari Sumber Mata Air Bebeng yang terlebih dulu ditampung ke bak penampungan. Kemudian melalui jaringan pipa kita alirkan ke rumah-rumah warga,” jelas Sri Winoto, di Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/6/2015).
Sri Winoto mengungkapkan, saat ini debit air dari sumber mata air Bebeng hanya sekira 40 liter per detik. Jauh berkurang, tidak seperti sebelum tertimbun vulkanik Merapi.
Namun, setidaknya masyarakat di Lereng Merapi seperti di Desa Balerante dan Sidorejo bisa memanfaatkan air tersebut.
Kemudian, BPBD juga melakukan pemasokan air bagi wilayah yang mengalami kekeringan. Di samping itu, memanfaatkan sumber mata air dan pembuatan sumur bor serta memperbaiki jaringan distribusi air.
"Tahun ini BPBD sudah menyiapkan dana sekira Rp200 juta untuk mengatasi bencana kekeringan di wilayah Klaten," pungkasnya.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.