SINGAPURA – Masyarakat Singapura, terlebih lagi para mahasiswa, dihebohkan dengan sebuah pertarungan sengit dari ular yang berbeda spesies, yakni piton versus king cobra. Arena pertarungan tersebut berada di depan Universitas Teknologi Nanyang, Singapura.
Pertarungan sengit itu berlangsung selama 30 menit. King cobra yang bertarung tersebut memiliki panjang 10–12 kaki, ditambah terdapat bisa yang terkenal sangat mematikan. Hal itu cukup membuat panik masyarakat sekitar dan mahasiswa yang memang sedang berada di lokasi.
“Kepala ular kobra sering mengerut, itu mengerikan,” kata Abhishek Ambede, mahasiswa Nanyang, seperti diberitakan Huffingpost, Rabu (2/9/2015).
Setelah 30 menit, Tim Pengendali Hama Singapura. Kehadiran mereka setelah menerima laporan dari masyarakat. Tim langsung menangkap ular piton, sementara king cobra sudah lebih dulu meninggalkan lokasi dengan menuju semak-semak, namun berhasil ditangkap satu jam kemudian.
Setelah berhasil menangkap kedua ular itu, Tim Pengendali Hama Singapura memutuskan menaruh king cobra ke kebun binatang. Sementara ular piton dilepas kembali ke habitatnya di hutan.
Meskipun termasuk smart city yang sebagian besar ditutupi beton dan penuh gedung pencakar langit, Singapura ternyata rumah bagi banyak ular, termasuk beberapa jenis ular karang, viper, dan kobra.
Meski begitu, ular biasanya makhluk pemalu dan berusaha menjauh dari kerumunan. Tetapi, Pemerintah Singapura tetap mengingatkan warga bahwa potensi bahaya tetap ada.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.