Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Moeldoko Sabet Penghargaan dari Presiden Singapura

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 22 September 2015 |22:53 WIB
Moeldoko Sabet Penghargaan dari Presiden Singapura
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko menerima penghargaan dari Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam, yaitu tanda kehormatan The Distinguished Service Order (DSO) Military atau Darjah Utama Bakti Cemerlang.

Penghargaan tersebut adalah penghargaan tertinggi Singapura kepada tokoh-tokoh militer yang dinilai berjasa dalam pemeliharaan perdamaian di kawasan regional Asean khususnya dan Asia Pasifik.

Pemerintah Singapura menilai peran Moeldoko sangat besar dalam memelihara dan mengembangkan kerjasama militer kedua negara, terlebih saat menjabat panglima TNI dari September 2013 sampai akhir Juli 2015.

“Penghargaan ini sebuah bentuk pengakuan terhadap efektifitas langkah yang dilakukan selama ini,” ungkap Moeldoko di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Alumnus terbaik Akabri 1981 ini menambahkan, penghargaan tersebut juga ia dedikasikan kepada seluruh prajurit TNI dan bangsa Indonesia.

“Ini bukan hanya untuk saya pribadi tapi juga untuk seluruh prajurit TNI dan tentunya juga untuk bangsa Indonesia. Ini kehormatan buat kita semua dan saya hanya mewakilinya,” ujarnya.

Moeldoko mengakui ada masa-masa sulit dan sedikit menegangkan antara kedua negara semasa dirinya menjabat Panglima TNI. Namun, dengan penanganan profesional dan diplomasi, semua isu bisa diselesaikan dengan baik dan justru meningkatkan hubungan baik kedua pihak.

“Singapura seperti halnya negara-negara Asean lainnya, sangatlah penting untuk mempererat hubungan satu sama lain. Terlebih karena situasi perkembangan lingkungan strategis di kawasan Asia Pasifik yang sudah bisa diprediksi seperti apa ke depannya,” bebernya.

Indonesia kata dia, tidak bisa diabaikan dalam percaturan geopolitik di kawasan Asia Pasifik. Ia membayangkan bagaimana Laut China Selatan di masa depan dan karena itu negara-negara Asean harus didorong memperkuat dua hal, yakni kekuatan diplomatik dan kekuatan bersenjata.

“Itu sudah tak bisa ditawar lagi. Seperti selalu saya katakan, kita sangat memahami perkembangan perekonomian China yang luar biasa dan sebagai konsekuensinya adalah pembangunan kekuatan bersenjata yang begitu cepat,” terangnya.

Menurutnya, yang harus juga dijaga adalah pembangunan kekuatan itu jangan sampai menimbulkan ketidakstabilan di kawasan.

“Hal sama saya katakan kepada Panglima AS. Kita bisa memahami apa yang mereka lakukan di kawasan Asia Pasifik, tapi yang kita tidak terima jika sampai memprovokasi situasi yang pada akhirnya memunculkan ketegangan. Indonesia sebagai negara besar harus cerdas memposisikan diri sehingga tidak boleh diabaikan dalam percaturan ini.”pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement