nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Rumah Hantu yang Muncul di Majalengka

Senin 28 September 2015 18:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 09 28 525 1222322 fenomena-ratusan-rumah-hantu-yang-muncul-di-majalengka-fj8jZQIwyl.jpg Fenomena rumah hantu muncul di Majalengka (Ilustrasi: dok. Dailymail)

MAJALENGKA – Ratusan rumah dan gubuk berdiri di atas lahan sekitar 2 hektare, di Blok Dangdeur Kawaur, Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, atau sekira dua kilometer dari ujung landasan pacu Bandara Internasional Jawa Barata (BIJB), Kertajati.Warga sekitar menyebut rumah-rumah tersebut sebagai rumah hantu.

Kabarnya rumah-rumah tersebut sengaja dibangun oleh pemilikhnya bukan untuk ditempati, namun dibiarkan kosong dengan harapan terkena gusuran proyek, sehingga bisa mendapatkan ganti rugi.

Rumah-rumah hantu tersebut, seperti di beberapa wilayah lain sebelumnya, berbaris layaknya sebuah kompleks permukiman namun dibuat dengan kontruksi bangunan yang asal-asalan, dengan bahan bangunan yang juga tampak asal bisa berdiri, meski dari luar tampak rumah tersebut layak untuk dihuni.

Ukuran bangunan pun beragam seperti halnya rumah hantu sebelumnya yang didirikan masyarakat di wilayah lain. Ada yang berukuran 10 meter X 20 meter, ada pula yang lebih kecil, bahkan ada di antaranya yang sekadar mendirikan gubuk bertiang bambu ukuran 2 meter X 2 meter tanpa dinding, ada pula yang ukurannya lebih besar. Gubuk seperti ini hampir berdiri di setiap tempat di luar kawasan rumah hantu yang besar.

Yang membedakan kawasan rumah hantu di sana dengan tempat lain, di Blok Dangdeur Kawaur, warga membuat akses jalan yang bisa dilintasi kendaraan roda dua ataupun roda empat serta telah dibangun jaringan listrik.

Hal itu mungkin karena di kawasan tersebut juga ada puluhan rumah permanen dan dihuni oleh pemiliknya. Mereka itu berasal dari gusuran Blok Cintakarya, Desa Kertajati, Majalengka.

Menurut keterangan Muhamad warga setempat, rumah-rumah tersebut didirikan sejak beberapa bulan lalu, lahannya ada yang milik sendiri, ada pula menyewa lahan, atau mendirikan bangunan dengan cara bagi hasil bila kelak mereka mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Karena kabarnya, kawasan tersebut akan dipergunakan untuk perluasan BIJB serta jalan akses menuju BIJB non tol.

“Sebagian besar rumah ini didirikan untuk mendapatkan ganti rugi lebih, untuk mensiasati agar ganti rugi yang diberikan lebih besar,” ungkap Muhamad.

Menurut Suherman, ada sekira 40 rumah yang dihuni pemiliknya, sebagian dari mereka ingin menetap disana, makanya rumah yang dibangun pun permanen.

“Namun kalau kembali terkena penggusuran sebagian warga gembira juga, dan nyatanya demikian, sebagian masyarakat disini akan mendapatkan ganti rugi lagi dari pembebasan lahan untuk jalan, pemngukurannya sudah dilakukan beberapa minggu kemarin,” kata Suherman.

Camat Kertajati Amin Aminudin membenarkan hal itu. Kawasan tersebut rencananya akan diperguakan jalan non tol menuju BIJB. Penetapan lokasinya telah dilakukan oleh tim yang diketuai oleh BPN sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum.

Beberapa tahapan untuk pelaksanaan ganti rugi lahan sudah dilakukan, seperti halnya sosialisasi terhadap masyarakat, konsultasi publik, tinggal pelaksanaan pendataan kepemilikan sekaligus pengumpulan data status tanah, serta kedepan dilakukan negosiasi harga.

“Pengukuran sudah dilakukan, diharapkan ganti rugi bisa terlaksana karena saat ini pendataan lahan dan pengumpulan data kepemilikan status tanah sudah mulai berjalan,” kata Amin.

(rtw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini