Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Modernisasi Kabupaten Biak Adalah Harga Mati

Modernisasi Kabupaten Biak Adalah Harga Mati
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat mengunjungi Kota Biak (Foto: Ist)
A
A
A

BIAK - Kabupaten Biak merupakan salah salah satu kabupaten yang terletak di bagian utara Provinsi Papua. Kabupaten ini termasuk Kabupaten yang sangat maju dibanding dengan kabupaten-kabupaten lainnya di Provinsi Papua. Selain itu, kabupaten Biak dikenal akan berbagai macam budaya dan kekayaan alamnya.

Hal itulah yang membuat Kabupaten Biak di Papua dinilai sangat menarik. Namun, mirisnya Bandara Kaisiepo yang ada di Kota Biak tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal, lokasinya sangat strategis karena terletak di Samudra Pasifik dan berlokasi di ekuator.

Bandara ini pernah mengalami masa kejayaan, bahkan Maskapai penerbangan Garuda Indonesia pernah memasukkan Biak dalam penerbangan Internasional ke Amerika Serikat (AS).

Pemikiran inilah yang membuat Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, mendorong wacana modernisasi Kabupaten Biak disela kunjungannya ke Papua yang didampingi anggota Komisi II Yudi Kotouky.

Rombongan disambut dengan Tari Masuranda sebagai ungkapan selamat datang. Rombongan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Andreas Msen, Kapolres Biak AKBP Hadi Wahyudi, dan Dandim Letkol CZI Achmad Yussa.

"Jika kita lihat, jarak antara AS dengan Indonesia melalui Biak sebenarnya lebih dekat. Saya mau menarik perhatian Pemerintah Pusat, agar Kota Biak kembali menjadi kota internasional dan pusat pengembangan di kawasan timur. Ini juga bisa membantu kemajuan pengembangan di tanah Papua,” kata Fahri Hamzah saat berkunjung ke Biak, Papua, beberapa waktu lalu.

Fahri berharap, kelak bila Kota Biak sudah maju, semua warga Papua harus mendapat efek dari kemajuan ini dan mendapat daya dukung serta bantuan berupa fisik maupun non fisik.

Selama ini, lanjut Fahri, orang hanya berbicara Jawa, Denpasar, Sulawesi sebagai daerah yang maju. Bahkan, pemerintah baru-baru ini membuat pengadaan kereta api cepat Jakarta-Bandung. Justru, persepsi pembangunan kawasan harus diubah ke timur Indonesia. Kawasan timur juga harus menjadi pusat kota yang maju dan berkembang.

Pengembangan Biak menjadi kota internasional, kata Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, harus menjadi salah satu agenda dalam perjanjian Trans Pasific Partnership yang sedang dijajaki pemerintah. Menurut Fahri, bila tak ada agenda itu, berarti hanya akan menjadi deal dagang yang "kejam".

“Kita harus berani memasukkan klausul perjanjian, dengan meletakkan pusat kemajuan di timur yang merupakan bagian dari desain kerja sama perdagangan internasional," tandasnya.

Politisi Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menambahkan, langkah yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan mengembalikan fungsi kota, pelabuhan, dan bandara menjadi destinasi yang strategis dan maju. Pada gilirannya Kota Biak akan berkembang menjadi pusat metropolitan di timur.

“Maka jarak kita dengan negara-negara di kawasan Pasifik makin dekat, baik ke Jepang dan Korea Selatan. Kita juga sangat dekat dengan AS melalui Honolulu, lalu terbang ke Los Angeles. Itu hanya memakan waktu 10-12 jam,” ungkap Fahri.

Ia berharap, nantinya mendapat perhatian dari pemerintah, karena belum ada proposal tentang Papua di APBNP 2016.

"Saya sudah komunikasikan langsung ke beberapa menteri, ternyata sudah menjadi bagian dari program pemerintah. Mimpi pertumbuhan pembangunan dari barat ditarik ke timur, semakin mendekati kenyataan," imbuhnya.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement