Disebutkan, agar peristiwa tersebut tidak terulang, pihak kepolisian mengumpulkan dua kelompok yang bertikai, termasuk satu orang korban luka yang sebelumnya menjadi korban pelemparan kelompok remja Babakan Lio. Mereka akan disarankan berdamai, sedangkan korban pelemparan akan diminta membuat laporan agar kasusnya bisa secepatnya ditangani.
Sementara itu, Radit warga setempat menyebutkan, tawuran yang terjadi di wilayah tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, ke dua kelompok remaja dari dua kampung itu memang sering bertikai. Pemicunya pun seringkali berasal dari hal-hal yang sepele.
"Beberapa waktu lalu, kasus tawuran ini sempat diredam oleh pihak kepolisian dengan melakukan mediasi antara kedua belah pihak, bahkan dengan menghadirkan RT, RW, Lurah, dan Kapolsek," tutur Radit.
Namun, lanjutnya, tawuran kini kembali terjadi, bahkan hampir setiap malam minggu terulang lagi. Sebagai warga, Radit meminta agar polisi bisa bertindak lebih tegas dan para pelakunya diproses sesuai hukum yang berlaku.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.