BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menyatakan ada indikasi organisasi masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan reinkarnasi dari aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan Ahmad Musadeq.
"Jadi dua tahun lalu ketika Gafatar muncul, kami melakukan pengamatan dan sudah disampaikan ke pemerintah supaya dipantau. Kenapa karena dari awal kami mencium sepertinya Gafatar itu reinkarnasi dari aliran Al-Qiyadah Al Islamiyah," kata Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat Rafani Achyar, di Bandung, Rabu, (13/1/2016).
Ia mengatakan diawal kemunculannya dua tahun lalu Gafatar hadir sebagai organisasi sosial yang mengusung kegiatan-kegiatan sosial seperti pembinaan petani, pengobatan gratis dan pembagian sembako.
"Seperti di Subang itu mereka membina petani, memang benar-benar dibina karena ada yang ahli pertanian, kabarnya juga warga dibantu pupuk, bibit, dari sisi pelaksanaan harus demikian," kata Rafani.
Pembinaan terhadap masyarakat yang dilakukan oleh Gafatar tersebut, menurut dia, berjalan dengan sangat baik sehingga mudah untuk didoktrin faham-faham dari organisasi masyarakat tersebut.