Pria yang berprofesi sebagai penjual kue ini, selama dua bulan mengikuti ajaran Gafatar selalu dikritik istrinya. "Istri juga sering protes, katanya sudah enggak betul lagi itu ajaran yang aku lakukan," tambahnya.
Nasib juga menceritakan ketika kedatangan anggota Gafatar ke rumahnya. Ketika sang istri, Sami, membuatkan teh, tidak ada satupun yang meminum teh itu.
"Memang enggak boleh. Kalau yang buat orang Gafatar, baru boleh diminum," ucap Nasib yang menjelaskan istrinya tidak ikut masuk Gafatar.
Selain itu, banyak juga pantangan yang diterapkan organisasi Gafatar kepada anggota. Seperti tidak boleh memakan yang tidak dimasak oleh anggotanya. Organisasi itu juga menyuruh anggota untuk sekali memakan nasi yaitu pada siang hari, dan pada pagi hari serta malam hanya mengonsumsi ubi kayu yang direbus.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.