Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sudah Tiga Kali Longsor Sampah Terjadi di TPA Sumur Batu

Djamhari , Jurnalis-Selasa, 02 Februari 2016 |09:37 WIB
Sudah Tiga Kali Longsor Sampah Terjadi di TPA Sumur Batu
TPA Batu
A
A
A

BEKASI - Bencana longsoran gundukan sampah yang mengunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sumurbatu milik Pemkot Bekasi yang menewaskan satu orang pemulung pada Rabu 27 Januari 2016 lalu, ternyata sudah terjadi yang ketiga kalinya.

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pembina Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Benny Tunggul mengatakan pihaknya meminta agar TPA Sumur Batu itu ditutup sementara waktu untuk dilakukan studi kelayakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

"Kementerian Lingkungan Hidup kan sudah mengecek ke lokasi seharusnya TPA itu sepatutnya ditutup sementara untuk melakukan studi kelayakan," kata Benny, Selasa (2/2/2016).

Alasannya, kata Benny cukup jelas dan layak setelah kasus longsornya sampah TPA yang berisi sampah warga Kota Bekasi itu sudah yang ketiga kalinya terjadi hingga menewaskan orang.

"Jangan sampai memakan korban lagi, untuk itu TPA mestinya ditutup dan dilakukan uji kelayakan," kata Benny.

Benny mengaku, apabila terjadi penutupan TPA Sumur Batu maka sampah warga Kota Bekasi bisa saja dibuang ke TPST Bantargebang.

"Kan mereka sekarang diberikan izin untuk membuang sampah ke TPST Bantargebang, kenapa tidak dilakukan sementara saja,” jelasnya.

Sebelumnya, lokasi TPA Sumur Batu mengalami longsor hingga menewaskan satu orang bernama Rumsinah, Rabu lalu.

Dan hingga sekarang kondisi pembuangan sampah milik Pemda Kota Bekasi itu sudah overload. Sebab, lahan seluas 15.8 hektar itu sudah menggunung tumpukan sampah.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement