Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Demam Berdarah Renggut 32 Nyawa di Jawa Timur

Nurul Arifin , Jurnalis-Selasa, 02 Februari 2016 |16:55 WIB
Demam Berdarah Renggut 32 Nyawa di Jawa Timur
Ilustrasi
A
A
A

SURABAYA - Wabah demam berdarah (DBD) menyebabkan 32 orang meninggal dari 981 kasus yang ada sepanjang 2016 di Jawa Timur. Lima daerah di provinsi itu tercatat sebagai penyumbang kasus paling banyak.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Timur, Drg Ansarul Fahruda mengatakan, Kabupaten Pacitan adalah daerah dengan kasus terbanyak.

"Kabupaten Pacitan paling tinggi sebanyak 152 kasus. Namun di sini jumlah yang meninggal nihil," kata Ansarul di Surabaya, Selasa (2/2/2016).

Setelah Pacitan, Kabupaten Jombang menempati posisi dua dengan jumlah 148 kasus, di mana enam korban di antaranya meninggal dunia. Selanjutnya Kabupaten Kediri 94 kasus yang menewaskan empat orang.

Menempati posisi empat adalah Kabupaten Bangkalan dengan 89 kasus dengan korban jiwa sebanyak dua orang. Posisi lima diduduki oleh Kabupaten Ngawi dengan jumlah 71 kasus yang menewaskan satu orang.

"Sisanya tersebar di daerah lain. Daerah penyumbang korban meninggal terbanyak adalah Jombang dengan jumlah enam orang. Selanjutnya Mojokerto empat orang meningga dari 46 kasus yang ada," terangnya.

Agar terhindar dari sengatan nyamuk pembawa DBD, Ansarul meminta masyarakat menjaga kebersihan tempat tinggal mereka. Sarang-sarang nyamuk, seperti tempat yang digenangi air, sebaiknya dibersihkan.

"Apabila ada yang terjangkit seperti demam tinggi selama dua sampai tiga hari, segeralah bawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat," pungkasnya.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement