YOGYAKARTA - Keluarga besar Tamansiswa merasa prihatin karena foto-foto Ki Hadjar Dewantara yang beredar selama ini banyak yang keliru. Baik di gambar-gambar yang ditempel di sekolah-sekolah maupun beredar luas di internet. Ada juga patung dimaksudkan sebagai Ki Hadjar Dewantara tetapi tidak seperti tokoh yang semestinya.
"Kami ingin merevisi dengan menampilkan gambar atau foto yang benar," kata Ki Priyo Dwiarso ketika bersama beberapa tokoh Majelis Luhur Tamansiswa silaturahmi kepada Dirut PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi di kantornya, Rabu (17/02/2016). Pada kesempatan ini Ki Bitus Iswanto menyerahkan foto Ki Hadjar Dewantara yang benar.
Menurut Ki Priyo Dwiarso, foto Ki Hadjar yang benar antara lain yang tergambar pada salah satu pecahan uang kertas. Sebelum mencetak uang, pihak Perum Peruri memang datang ke Tamansiswa untuk meminta foto yang benar. "Kalau yang beredar di internet banyak yang salah," tambahnya, dikutip dari KRjogja.com.
Ki Bambang Widodo menambahkan, dalam internet ada juga yang salah menyebut tanggal kematian. Dalam sebuah situs internet disebutkan kematian Ki Hadjar pada 28 April 1959, padahal beliau wafat pada 26 April 1959.
"Memang, pemakaman pemakamannya Ki Hadjar pada 28 April, karena disemayamkan dua hari di Pendapa Agung Tamansiswa," katanya sambil menambahkan, selama disemayamkan di pendapa, masyarakat dari berbagai kalangan dan agama tak henti-hentinya mendoakan almarhum.
Untuk patung Ki Hadjar yang benar, kata Ki Bambang, sesuai dengan aslinya ada di halaman Pendapa Agung Tamansiswa. Kalau di tempat lain banyak yang kurang pas, termasuk patung yang dipasang di salah satu pinggir jalan strategis di Kota Yogyakarta.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.