Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Hektare Sawah Rusak Diserang Tikus

Ribuan Hektare Sawah Rusak Diserang Tikus
ilustrasi (foto: Okezone)
A
A
A

SUKOHARJO - Ribuan hektar sawah tanaman padi yang dialiri air dari saluran irigasi Dam Colo Timur di Kecamatan Grogol, Polokarto dan Mojolaban rusak karena diserang hama tikus. Ratusan hektar diantaranya bahkan sudah puso atau gagal panen dan menyebabkan kerugian besar harus diderita petani sendiri.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Jigong Sarjanto, Kamis (18/2/2016) mengatakan, serangan hama tikus sudah terjadi sejak akhir Tahun 2015 lalu. Hingga pertengahan Februari Tahun 2016 ini serangan hama tikus semakin ganas.

Dari pantauan P3A Dam Colo Timur diketahui serangan hama tikus di Kecamatan Mojolaban terjadi di 10 desa. Diantaranya di Desa Bekonang, Wirun, Tegalmade, Laban, Plumbon, Gadingan, Palur, Dukuh, Demakan, Cangkol. Di Kecamatan Polokarto di Desa Pranan, Bugel, Kawangwuni, Ngombakan, Kemasan, Godog, Bakalan dan Mrangen. Di Kecamatan Grogol di Desa Parangjoro, Desa Pandeyan, dan Desa Telukan.

Tanaman padi di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat serangan hama tikus dengan berbagai variasi tingkatan dari ringan, sedang dan berat. Khusus untuk kerusakan berat yang menyebabkan puso atau gagal panen seluas ratusan hektar terjadi di Desa Pranan, Desa Karangwuni di Kecamatan Polokarto dan Desa Pandeyan Kecamatan Grogol.

Untuk sawah yang mengalami puso membuat petani harus menderita kerugian besar hingga jutaan rupiah. Kerugian ditanggung sendiri petani.

“Untuk sawah yang puso atau gagal panen karena serangan hama tikus membuat petani rugi dan harus melakukan tanam padi ulang sendiri,” ujar Jigong dikutip dari Krjogja.com.

Luasan sawah yang mengalami puso akan semakin bertambah banyak karena serangan hama tikus semakin ganas. Petani kesulitan untuk melakukan pemberantasan baik dengan gropyokan maupun menggunakan racun.

Sulitnya petani mengendalikan serangan hama tikus disebabkan karena kondisi tanaman padi yang beda usia. Sebab usia tanam padi sekarang bervariasi dari satu bulan hingga siap panen.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement