Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tiga Tradisi Tato Ini Berasal dari Suku Asli Indonesia

Rizka Diputra , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2016 |21:07 WIB
Tiga Tradisi Tato Ini Berasal dari Suku Asli Indonesia
orang suku mentawai sudah lama mengenal tato (foto: sukumentawai.org)
A
A
A

Tato telah sejak lama dikenal di berbagai belahan dunia seperti Amerika Latin dan Afrika. Namun, di Indonesia ternyata tato juga digunakan oleh beberapa suku tertentu.

Meski kerap diidentikkan dengan kejahatan, atau pelaku kriminal, namun tato oleh sebagian orang dianggap sebagai seni. Berikut ulasan mengenai beberapa suku di Indonesia yang memiliki tradisi mentato tubuhnya.

Suku Moi

Suku yang berada di Kabupaten Sorong, Papua Barat ini juga dikenal sebagai suku yang akrab dengan tato. Bahkan, seni rajah Suku Moi konon telah dimulai sejak zaman neolitikum. Dilansir dari situs boombastis.com, motif khas tato Suku Moi ialah geometris dan garis-garis melingkar disertai dengan titik-titik berbentuk segitiga kerucut atau tridiagonal.

 

Mereka suka mentato tubuhnya di bagian dada, pipi, kelopak mata, betis, pinggul dan punggung. Namun, di zaman modern ini kebanyakan generasi muda Suku Moi sudah meninggalkan seni rajah tubuh ini karena dianggap kuno.

Suku Dayak

Salah satu suku tertua di dunia ini juga memiliki tradisi mentato tubuhnya. Terdapat lima suku Dayak yang mengenal seni rajah tubuh ini yakni Suku Dayak Iban, Suku Dayak Tunjung, Suku Dayak Daratan, Suku Dayak Kenyah dan Suku Dayak Kayan.

Bagi orang Suku Dayak, tato ialah ritual tradisional yang memiliki kaitan dengan peribadatan maupun kesenian.

Tato juga lazim digunakan sebagai penanda status sosial dan identitas kelompok. Mereka juga meyakini jika tato dapat menangkal pengaruh jahat dan sekaligus sebagai tameng keselamatan diri.

Adapun motif tato pria Dayak biasanya melambangkan kejantanan, keberhasilan dalam perang dan identitas kesukuan. Dengan tubuh bertato, bagi seorang pria Dayak merupakan suatu kebanggaan. Sementara bagi wanita, hal itu dianggap sebagai sarana mempercantik diri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement