Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lima Pembantai Anak Tersadis Ini Pernah Bikin Geger

Rizka Diputra , Jurnalis-Jum'at, 04 Maret 2016 |14:39 WIB
Lima Pembantai Anak Tersadis Ini Pernah <i>Bikin</i> Geger
Baekuni alias Babeh pelaku sodomi dan pembunuhan anak di bawah umur
A
A
A

Margriet Megawe

Margriet Megawe ialah terpidana penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan terhadap anak angkatnya sendiri yakni Angeline yang terjadi di Bali. Gadis kecil berusia delapan tahun itu sempat dilaporkan hilang oleh keluarga angkatnya dan bahkan pengumuman pencariannya banyak disebar di media sosial.

Namun yang mengejutkan, hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa gadis berparas cantik itu justru dibunuh dan dikubur di halaman rumah ibu angkatnya sendiri. Selang tidak berapa lama, Agus Tay adalah sosok yang mencabuli dan membunuh gadis kecil ini.

Setelah dikembangkan lebih lanjut, ternyata dalang di balik pembunuhan sadis itu adalah Margriet, yang merupakan ibu angkat Angeline. Adapun motif di balik pembunuhan tersebut yakni pelaku gelap mata lantaran bernafsu ingin menguasai harta warisan.

Margriet kemudian divonis hukuman penjara seumur hidup dalam putusan yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Senin, 29 Februari 2016 lalu.

Brigadir Petrus Bakus

Perbuatan sadis dilakukan oleh seorang anggota polisi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Polisi yang diketahui bernama Brigadir Petrus Bakus tega memutilasi dua anak kandungnya sendiri yang masih berumur lima dan tiga tahun.

Anggota Satuan Intelkam Polres Melai itu membunuh anaknya pada 25 Februari 2016 tengah malam lalu di Asrama Polres Melawi. Setelah membunuh Febian (5) dan Amora (3), dia kemudian berencana membunuh istrinya yang saat kejadian sedang tidur pulas.

Usai membunuh Febian dan Amora, Brigadir Petrus menuju kamar tempat istrinya tidur dengan membawa parang yang berlumuran darah. Istrinya terbangun lalu Brigadir Petrus mengatakan ingin membunuh istrinya.

Usai membunuh Febian dan Amora, Brigadir Petrus menuju kamar tempat istrinya tidur dengan membawa parang yang berlumuran darah. Istrinya terbangun lalu Brigadir Petrus mengatakan ingin membunuh istrinya. Istrinya lalu meminta diambilkan minum sebelum dibunuh.

Pada saat suaminya mengambilkan air minum, istri Brigadir Petrus langsung melarikan diri dan meminta tolong kepada warga asrama. Warga langsung berdatangan dan mengamankan Brigadir Petrus. Kasus ini tengah ditangani Polda Kalimantan Barat.

(Syukri Rahmatullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement