nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Bandara di Kediri Kian Nyata

Solichan Arif, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2016 04:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 03 04 519 1327281 pembangunan-bandara-di-kediri-kian-nyata-ahVvVTXVMS.jpg

TRENGGALEK - Pembangunan bandar udara di wilayah eks Karsidenan Kediri bukan lagi wacana. Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta Panglima TNI untuk membuka kawasan udara yang sebelumnya hanya menjadi lintasan pesawat tempur.

"Presiden sudah meminta Panglima TNI untuk membuka kawasan udara disini," ujar Emil kepada wartawan, Kamis (3/3/2016).

Pemerintah Kabupaten Kediri pada tahun 2010 pernah menggagas pembangunan bandara komersial. Namun, segala persiapan terhenti karena masalah izin udara yang sepenuhnya berada di tangan otoritas militer.

Begitu juga dengan Kabupaten Blitar. Rencana pengubahan bekas landasan pacu pesawat pengangkut logistik di Desa Jagoan, Kecamatan Ponggok menjadi lapangan terbang komersial belum terealisasi. Padahal, pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah memasukkan ke dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RT RW).

Informasi yang dihimpun, persiapan yang menyedot anggaran (APBD) itu juga terbentur pada aturan baku perijinan udara di Lanud Iswahyudi Madiun dan Abdurrahman Saleh Malang. Menurut Emil, dirinya sudah bertemu para kepala daerah di eks Karsidenan Kediri dan semuanya sepakat tidak akan berebut lokasi bandara.

Karena keberadaan bandara untuk kepentingan bersama, terutama untuk percepatan pembangunan wilayah jalur selatan di Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten/Kota Blitar dan Kabupaten Nganjuk. "Selain itu juga Kabupaten Pacitan, Ponorogo dan Ngawi," jelasnya.

Kendati begitu, suami artis Arumi Bachsin mengaku siap jika Trenggalek terpilih sebagai lokasi bandara. Dia sudah menyiapkan lahan strategis yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung. Bandara yang dicita-citakan ini tidak sebesar Juanda di Sidoarjo, hanya sekelas Bandara Notohadinegoro di Jember dan Bandara Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi.

"Namun keberadaanya akan bermanfaat besar bagi perekonomian masyarakat wilayah selatan," jelasnya.

Keberadaan bandara juga sesuai dengan komitmen Presiden Jokowi yang hendak menghidupkan aktivitas maritim, mengembangkan kawasan selatan melalui program JLS.

Sementara Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyatakan kesediaan sebagai lokasi bandara. Terlebih, Kediri sudah melakukan studi kelayakan perencanaan bandara yang menghabiskan biaya hingga Rp2 miliar.

Rencananya lokasi bandara akan bertempat di sebelah timur monumen Simpang Lima Gumul (SLG). "Bupati Kediri sudah bertemu Bupati Trenggalek untuk membicarakan hal ini (bandara)," ujar Kabag Humas Pemkab Kediri Haris Setiawan. (day)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini