Resmikan Bandara Baru Yogyakarta, Jokowi Klaim Tahan Gempa 8,8 SR dan Tsunami 12 Meter

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 510 2268817 resmikan-bandara-baru-yogyakarta-jokowi-klaim-tahan-gempa-dan-tsunami-TERaoEEQpV.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Yogyakarta International Airpot. Foto: Screenshoot dari Youtube Sekretariat Presiden.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandara International Yogyakarta yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (28/2/2020). Bandara ini disebut mampu menahan guncangan gempa hingga 8,8 skala richter (SR) hingga gelombang tsunami setinggi 12 meter.

"Bandara baru ini didesain memiliki daya tahan terhadap gempa sampai hingga 8,8 skala richter. Tadi kepala BMKG menyampaikan kepada saya, Bu Dwi, juga bisa menahan gelombang tsunami hingga ketinggan 12 meter. Insya Allah ini sudah dirancang untuk ke sana semuanya," ucap Jokowi.

Jokowi menuturkan, Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) telah selesai dibangun 100 persen. Bahkan pengerjaan bandara ini sangat kilat yakni hanya 20 bulan. "Cepat sekali," imbuhnya.

Bandara Internasional Yogyakarta ini memiliki keunggulan dibanding bandara pendahulunya yakni Adi Sucipto. Jokowi memaparkan bahwa bandara baru tersebut memiliki runway lebih panjang, yakni 3.250 meter.

Baca Juga: Angkasa Pura Airport Gunakan Dana Mandiri Untuk Bangun Bandara

"Kalau kita bandingkan ini dengan airport lama yang di Adi Sucipto, panjang runway yang di sana 2.200 meter. Yang di sini 3.250 meter, jauh lebih panjang. Di sana hanya untuk pesawat yang narrow body. Di sini bisa didarati, ini saja saya baru mendapatkan informasi, bisa didarati Airbush A380 dan Boeing 777. Pesawat gede-gede bisa turun di sini karena runwaynya 3.250," jelas Jokowi.

"Luas terminal yang lama 17 ribu meter persegi. Di sini 219 ribu meter persegi. Berapa kali ini? 13 (atau) 14 kali lipat dari yang lama. Kapasitas penumpang, yang lama itu hanya bisa menampung 1,6 juta penumpang. Di sini bisa 20 juta penumpang. Ini tugas kita bersama bagaimana bisa mendatangkan 20 juta itu. Bukan tugas yang ringan," sambung dia.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan pembebasan lahan untuk membangun Bandara Internasional Yogyakarta menghabiskan anggaran sebesar Rp4,2 triliun. Sedangkan untuk konstruksinya Rp7,1 triliun. Dengan demikian total pembangunan bandara ini sebesar Rp11,3 triliun.

"Dulu saya menyampaikan dengan Pak Gubernur (DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X) awal-awal, habisnya sekian, sekarang kita bagi-bagi pak gubernur. Bapak urusan pembebasan lahan dan nanti pengawasan serta yang paling adalah masalah arsitek. Nah beliau ini sangat detil dan sangat mumpuni urusan kearsitekturan dan yang ada di dalam tadi, interior semuanya. Melihat keahlian beliau bapak gubernur ini sangat keliatan sekali dalam desain arsitektur di Bandara Internasional Yogyakarta ini," tutur Jokowi.

Ia pun menyebut Bandara Internasional Yogyakarta sebagai yang terbaik di Indonesia untuk saat ini. "Saya juga berterima kasih kepada PP dan Angkasa Pura I yang tadi kita lihat detil pengerjaannya juga menurut saya ini terbaik saat ini di Indonesia. Ga tau nanti ada bandara baru lebih baik lagi, ga tau," pungkasnya. (abp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini