MAMUJU - Fenomena gerhana matahari yang terjadi pagi nanti, Rabu (9/3/2016) membuat sejumlah warga Mamuju Utara terhipnotis dan memilih meninggalkan Kota Pasangkayu menuju Palu, Sulawesi Tengah untuk menyaksikan peristiwa langka tersebut.
Sementara, Mamuju Utara yang berada di ujung perbatasan Sulawesi Barat ini adalah salah satu daerah yang juga akan dilintasi oleh gerhana matahari, namun karena sepi kegiatan warga pun memilih ke Palu.
Sejumlah media melansir berita kalau wilayah Mamuju Utara akan dilintasi oleh gerhana selama dua menit 15 detik, namun karena tak ada kegiatan yang berkaitan dengan fenomena alam tersebut membuat warga berbondong-bondong meninggalkan Pasangkayu hanya karena ingin menyaksikan gerhana matahari total (GMT) di Palu.
Tak hanya jalan kota yang sepi dari aktivitas warga, sejumlah perkantoran pun juga terlihat mulai tak ada tanda-tanda adanya penyambutan GMT, hingga salah seorang warga Pasangkayu, Audi merasa Dinas Pariwisata kurang peka terhadap momen langka ini, padahal menurut dia, ini adalah salah satu momen untuk menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Sementara ketua Komisi III DPRD Mamuju, Akasan Yambu yang ditemui diruang kerjanya mengatakan, kemungkinan Dinas Pariwisata tidak mempunyai anggaran terkait dengan penyambutan GMT, hingga tidak ada kegiatan yang dilakukan.
“Mungkin Dinas Pariwisata tak memiliki anggaran, karena kegiatan GMT ini juga kan membutuhkan anggaran yang besar,” terang Akasan.
Di lain pihak, Dinas Pariwisata baru mengetahui adanya fenomena GMT sejak dua minggu lalu dari lansiran beberapa media, sehingga untuk membuat perencanaan, pihaknya mengaku tak memiliki persiapan yang cukup.
“Kita baru tahu ada GMT sejak dua minggu yang lalu, jadi masih belum siapkan apa-apa,” terang Kadis Pariwisata, Matra.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.