Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Mau Digeledah, Narapidana Teroris di LP Cirebon Ngamuk

Erika Lia , Jurnalis-Jum'at, 11 Maret 2016 |22:00 WIB
  Tak Mau Digeledah, Narapidana Teroris di LP Cirebon <i>Ngamuk</i>
Razia Lapas Kesambi (foto: Erika/Sindo)
A
A
A

CIREBON - Petugas gabungan melakukan penggeledahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Cirebon, Kesambi, Kota Cirebon. Namun, saat dilakukan penggeledahan, petugas terlibat adu mulut hingga pemukulan dengan narapidana teroris.

Para petugas menggeledah seluruh area di delapan blok Lapas, dengan tujuan utama mencari barang terlarang, termasuk narkoba dan senjata tajam. Selain menggeledah, petugas juga menggelar tes urin terhadap 50 orang napi yang diduga mengonsumsi obat terlarang. Selain napi, tes urin juga diberlakukan bagi para petugas lapas.

Belakangan diketahui, hasil tes urin menunjukkan tak ada napi ataupun petugas lapas yang positif narkoba. Sementara dalam penyisiran itu sendiri pun tak ditemukan narkoba.

"Tak ada narkoba, tapi petugas menemukan senjata tajam, handphone, charger, serta uang sejumlah Rp8.450.000," ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Agus Toyip kepada wartawan, Jumat (11/3/2016).

Suasana mencekam sempat terjadi kala petugas menggeledah Blok F, di mana pada salah satu kamarnya dihuni delapan narapidana teroris. Sempat terjadi adu mulut dan seorang petugas dipukul saat akan masuk ke dalam kamar. Beruntung, kejadian itu tak berlangsung lama setelah berhasil dilerai.

Meski begitu, petugas akhirnya mengalah tak memeriksa kamar tersebut. Kepada petugas, para narapidana teroris berkali-kali meneriakkan takbir dan menolak diperiksa.

Di Lapas Kesambi tercatat 14 narapidana teroris, masing-masing delapan orang di Blok F dan empat orang lain di Blok C. Agus menyebutkan, secara keseluruhan ada 34 napi teroris di Jawa Barat.

"Salah satu lapas yang mereka huni di Lapas Kesambi ini," tuturnya.

Suasana mencekam terulang ketika empat narapidana teroris lain di Blok C menyahut kumandang takbir seraya menggedor gerbang tahanan. Meski sempat terjadi keriuhan, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi.

Selain menyisir setiap kamar, petugas juga sempat menyisir semak-semak di sekitar lapas menggunakan alat khusus. Di blok A, petugas menemukan uang senilai Rp2 juta yang tersimpan dalam bungkus rokok milik seorang narapidana asing.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement