MAJALENGKA - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majalengka dinilai buruk. Selain kurang tanggap terhadap pasien, sarana dan prasarana yang dimiliki rumah sakit itu belum memadai secara maksimal. Hal itu dibuktikan dengan membludaknya pasien di ruang instalasi gawat darataurat (IGD) hingga tercecer ke luar ruangan.
“Saya kecewa terhadap pelayanan rumah sakit Majalengka. Keponakan saya sakit kejang-kejang tapi tidak langsung ditanggapi, tapi malah dibiarkan,” kata H Achmad Ramjanil saat mendampingi keponakannya di IGD RSUD setempat, dikutip dari Kabar-Cirebon, Sabtu (19/3/2016).
Menurut dia, pelayanan IGD sebaiknya dirubah total terutama dalam menangani pasien gawat darurat, seperti pasien kejang-kejang maupun lainnya. Jangan sampai selalu bergantung pada obat-obatan yang terlebih dahulu harus ditebus ke apotek baru ditangani.
“Pada saat penebusan obat itu kan membutuhkan waktu lama. Seharusnya IGD sudah mempersiapkan obat-obat darurat, karena IGD merupakan ruang penyelamatan pertama. Kalau masalah pembayaran itu bisa diselesaikan setelah pasien mendapatkan pertolongan,”kata dia dengan nada kesal.
Selain itu, kata dia, pihaknya mengaku heran dengan pihak rumah sakit yang memprioritaskan pembelian dua buah ambulance sebesar Rp 1,2 miliar, ketimbang memperbaiki ruang IGD yang sudah melebihi daya tampung.
“Keponakan saya saat ini terpaksa disimpan di luar ruangan, karena sudah penuh. Seharusnya anggaran membeli ambulan ditangguhkan, dan dialihakn untuk membangun ruang IGD lebih luas lagi,” ujar warga Kabupaten Majalengka ini.
Keluhan serupa diutarakan warga Desa Tarikolot, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Encas Caswinah. Menurut dia, dirinya membawa anaknya yang sakit panas, namun tidak bisa disimpan di ruangan IGD karena ruangnya sudah penuh sesak. Terpaksa anaknya disimpan di bangsal IGD.
“Daya tampung RSUD Majalengka sudah sempit, seharusnya persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut, agar pasien rawat inap diberikan pelayanan yang maksimal,”kata dia.
Kepala IGD RSUD Majalengka dr.Dewi Nurmalasari ketika diminta tanggapanya perihal itu tidak mau berkomentar malah menyarankan agar menghubungi terlebih dahulu Kasubag Umum RSUD dan Kasubag Pelayanan dan Perawatan.
“Mohon maaf kalau masalah ini saya tidak bisa berkomentar, silakan hubungi bagian umum dan pelayanan,”kata dia saat ditemui di IGD setempat.
Hal serupa diutarakan Kasubag Umum RSUD Majalengka, Rd.Dewi Yeni bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan masalah itu dan menyerahkan hal itu ke bagian pelayanan dan perawatan.
Namun saat ditemui Kepala Bidang Pelayanan dan Perawatan dr.Hj. Eni Harleni sedang tidak ada di tempat.”Kalau Pak Direktur RSUD Majalengka memang ada. Tapi dia tidak bisa diganggu. Jadi mohon maaf saja,”kata Kasubag Umum RSUD Rd.Dewi Yani.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.