Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jumat Agung, Umat Katolik di Jombang Gelar Jalan Salib

Zen Arivin , Jurnalis-Jum'at, 25 Maret 2016 |10:13 WIB
Jumat Agung, Umat Katolik di Jombang Gelar Jalan Salib
Prosesi Jalan Salib (Zen Arivin/Okezone)
A
A
A

JOMBANG – Umat Katolik di Kabupaten Jombang menggelar teatrikal Jalan Salib, untuk memperingati Jumat Agung, dalam rangkaian Hari Raya Paskah. Teatrikal sengsara Yesus di Kayu Salib ini sebagai peringatan kepada umat Katolik agar semakin meningkatkan keimanannya kepada Tuhan.

Acara Jalan Salib digelar di depan Gereja Katolik Santa Maria, di Jalan KH. Wahid Hasyim Jombang. Para remaja memperagakan seluruh adegan sengsara Yesus, mulai dari pencambukan Yesus hingga proses penyaliban.

Sepanjang prosesi penyaliban, kesengsaraan Yesus digambarkan secara nyata, mulai dari penjemputan paksa dan dianiaya tentara Romawi, hingga disiksa secara kejam, hingga kematiannya di kayu salib. Selama proses penyiksaan, kaki dan tangan Yesus selalu diborgol. Sedangkan pada bagian kepalanya, dipasang mahkota berduri.

Sebanyak empat orang remaja mengenakan pakaian hitam layaknya seorang algojo, mencambuk tubuh remaja yang memerankan Yesus, yang mengenakan pakaian berwarna putih hingga berkali-kali dan membuat Yesus tersungkur.

Setelah itu, para remaja ini melakukan proses Jalan Salib. Yesus yang mengalami luka parah, berjalan sembari memikul kayu salib. Setelah berjalan sekira 100 meter, tepat di depan Gereja Katolik Santa Maria, para algojo ini lantas menyalib Yesus di kayu salib, hingga ia meninggal.

Pendeta Gereja Katolik Santa Maria, Romo Matheus Suwarno Projo mengatakan, tetarikal Jalan Salib ini dilakukan untuk mengingatkan umat katolik atas perjuangan dan pengorbanan Yesus di masa lampau.

“Acara ini dilaksanakan, untuk mengenang apa yang dialami Yesus di masa lampau, yakni mati di kayu salib,’’ ujarnya.

Menurutnya, penderitaan yang dialami Yesus kala itu, bukan lantaran adanya penghianatan oleh Bangsa Yahudi serta imam pemuka agama saat itu. Melainkan sebuah pilihan yang diambil sendiri oleh Yesus Kristus sebagai bentuk tanda ketaatannya kepada Allah.

“Dengan di salib itulah, akhirnya harapan kabahagiaan manusia tentang kehidupan tercapai. Dan penderitaan Yesus saat itu, kini menjadi sumber rahmat bagi umat Katolik. Sehingga, umat Katolik patut untuk mengingatnya,” tambahnya.

Diharapkan, dengan kegiatan ini umat Katolik di Kabupaten Jombang dapat meningkatkan imannya kepada Tuhan Yesus. Sehingga dapat menciptakan kehidupan yang harmonis diantara sesama.

“Kami mengambil Tema Yesus Kristus sebagai hakim yang murah hati. Artinya Allah yang mau mengampuni dosa manusia. Semoga ini menjadi cermin bagi kita umat Katolik,’’ tandasnya.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement