LAHORE – Ledakan bom bunuh diri di Taman Gulshan-e-Iqbal, Lahore, Pakistan mengincar warga Kristen yang tengah merayakan Paskah. Demikian pernyataan dari kelompok militan yang mengkalim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kelompok militan Jamaatul Ahrar yang merupakan pecahan dari Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi hanya beberapa meter dari lokasi bermain anak-anak itu. Jumlah korban tewas akibat ledakan dilaporkan telah bertambah menjadi 65 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Petugas medis melaporkan sedikitnya 300 orang mengalami luka-luka.
“Kami mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap umat Kristen saat mereka merayakan Paskah,” kata juru bicara kelompok tersebut sebagaimana dilansir Telegraph, Senin (28/3/2016).
“Serangan ini merupakan bagian dari serangan martir tahunan yang telah kami mulai tahun ini,” lanjutnya mengingatkan akan ada serangan-serangan lanjutan yang akan terjadi.
Mantan kapten polisi Lahore, Muhammad Usman mengatakan polisi telah menemukan bagian tubuh dari pelaku pengeboman di lokasi kejadian dan tengah berusaha untuk mengidentifikasinya.
“Ledakan di Lahore adalah serangan bom bunuh diri, serangan terjadi di dekat pintu keluar Taman Guhsan Iqbal dan beberapa meter dari ayunan anak-anak,” kata Usman.
Pemerintah Punjab mengumumkan waktu berkabung selama tiga hari untuk memperingati serangan ini dan memerintahkan penutupan semua taman umum di Pakistan, bersumpah untuk menyeret pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.