JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah selesai menyelanggarakan perhelatan Muktamar ke VIII dengan ditunjuknya M Romahurmuziy (Romi) sebagai Ketua Umum PPP secara aklamasi. Ribuan kader PPP pun langsung menaruh harapan kepada Romi agar partai yang dirudung konflik internal ini segera bersatu kembali.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai pasca disahkan menjadi ketua umum, tantangan pertama yang harus dihadapi Romi adalah merangkul kubu Djan Faridz untuk masuk ke dalam kepengurusan sehingga islah sesuai dengan tujuan muktamar benar-benar tercapai.
"Tantangan pertama Romi sebelum dia mewujudkan mimpinya menjadikan PPP masuk tiga besar adalah kemampuan merangkul kubu Djan Faridz," ujar Hendri kepada Okezone, Senin (11/4/2016).
(Baca juga: Terpilih Jadi Ketum PPP, Romi Akan Minta Restu SDA)
Keinginan Romi yang menargetkan partainya masuk tiga besar dalam Pemilihan Presiden 2019 nanti dianggap sia-sia bila Romi tak berhasil merangkul kubu Djan Faridz untuk bersama-sama membangun citra positif PPP di masyarakat.
Menurut Hendri, merangkul kubu Djan bisa dilakukan ROmi dengan memberikan kursi jabatan strategis di kepengerusan partai berlambang kakbah itu.
"Bila merangkul lingkaran PPP sendiri tidak mampu, bisa jadi keinginan Romi menjadikan PPP tiga besar hanya sebatas bualan politik saja," tegas Hendri.
Terkait terpecahnya sikap di kubu Djan Faridz, Hendri menganggap hal itu karena Djan Faridz yang menjadi Ketua Umum versi Muktamar Jakarta tak bisa menjanjikan kekuasaan pada kader-kadernya yang ikut di kubu Djan Faridz.
"Tujuan akhir politik adalah kekuasaan, adalah wajar dan biasa bila politisi mendekati kekuasaan. Sama halnya dengan yang terjadi di kubu Djan. Bila Djan tidak bisa menjanjikan kekuasaan, maka bisa jadi partai terbelah," tandas Hendri.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada pembukaan Muktamar ke VIII PPP di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat 8 April 2016 lalu, sejumlah Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz menghadiri acara itu. Mereka di antaranya Indah Suryadharma Ali, Epyardi Asda, dan Fernita Darwis.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.