2. Anus
Untuk orang-orang di Indonesia dan negara-negara yang mengadopsi bahasa Latin ini dalam percakapan sehari-hari, pasti sering sekali mendengar orang yang bernama Stefanus, punya panggilan akrab Anus. Ya, nama panggilan ini begitu lazim karena memiliki makna yang terkesan lucu dan konyol untuk manusia.
Seperti diketahui, anus adalah bahasa Latin untuk dubur atau lubang bokong, alias saluran buang air besar manusia.
Di Denmark, seorang bocah malang benar-benar dinamai demikian oleh orangtuanya. Mendengar nama itu akan didaftarkan ke catatan pendudukan sipil, petugas dengan tegas menolaknya. Sejak saat itulah, nama itu menjadi terlarang, minimal di Denmark.
3. Brfxxccxxmnpcccclllmmnprxvclmnckssqlbb11116
Kebanyakan orang akan berpikir ini pasti typo atau kesalahan pengetikan. Faktanya, nama yang berentet panjang macam barcode itu dianugerahi sepasang suami istri di Swedia kepada buah hati mereka pada 1991. Lantaran sang ayah ingin mendobrak kultur pemberian nama di Swedia yang menurutnya terlalu banyak aturan.
Pertanyaannya, bagaimana cara bacanya? Jawaban orangtuanya sederhana, “Kami memanggilnya Albin”.
Sampai umur putranya menginjak lima tahun, mereka tetap tidak mendaftarkannya. Pengadilan pun memanggil pasutri tersebut. Mereka mengaku ingin mendaftarkan nama patafisika (absurditas budaya) itu, tetapi tentu ditolak. Kemudian mereka mengajukan nama A, yang akhirnya ditolak juga.
Di Swedia, selain nama asli si Albin di atas, nama 'IKEA' dan 'Metallica' juga dilarang.