JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto W. Husaini. Hediyanto kembali akan dimintai keterangannya oleh penyidik dalam kasus dugaan suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk Tersangka DWP (Damayanti Wisnu Putranti)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2016).
Berkali-kali KPK memanggil Hediyanto untuk dimintai keterangannya. Selain untuk tersangka Damayanti, Hediyanto juga pernah diperiksa sebagai saksi untuk untuk tersangka Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir pada 3 Februari 2016 lalu. Belum diketahui keterangan apa yang diincar KPK terhadap Hediyanto pada pemeriksaan kali ini.
"Yang pasti seseorang dipanggil sebagai saksi karena keterangannya dibutuhkan penyidik," papar Yuyuk. (Baca juga: KPK Periksa Menteri Basuki soal Suap Damayanti)
Selain Hediyanto, KPK juga memanggil seorang saksi lainnya yakni Ninis U. Kridhawati, sekretaris Ditjen Bina Marga yang juga akan diperiksa untuk tersangka DWP.
Suap terkait proyek Kementerian PUPR ini terbongkar ketika PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir, Damayanti, dan dua rekannya Dessy A. Edwin serta Julia Prasetyarini, ditangkap KPK pada 13 Januari 2016 lalu. Setelah diperiksa intensif, mereka kemudian ditetapkan menjadi tersangka.
Damayanti disangka telah menerima suap dari Abdul Khoir. Suap bertujuan agar perusahaan yang dikelola Khoir dapat menjadi pelaksana proyek pembangunan jalan Kementerian PUPR di Ambon, Maluku.
Dalam perkembangannya, kasus ini menjerat anggota Komisi V lainnya. Legislator asal Golkar Budi Supriyanto sempat bernaung di Komisi V menjadi tersangka KPK pada 2 Maret lalu.
Damayanti diduga dijanjikan uang hingga SGD404 ribu oleh Abdul Khoir. Dari uang itu, Budi menerima bagian sebesar SGD305 ribu. Sementara, sisanya dibagi tiga antara Damayanti, Dessy dan Julia.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.