JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah menegaskan, pihaknya tidak terkait dalam insiden pengerjaan proyek pengeboran jalur kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT.
Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo menjelaskan, bahwa lima WNA China dari tujuh orang yang diamankan tersebut merupakan karyawan perusahaan rekanan sebagai sub kontraktor untuk melakukan pengeboran yang bernama PT Geo Central Mining. Sehingga insiden tersebut tidak terkait dengan WIKA.
"Sebenarnya kita belum ada kontrak sama mereka. Jadi ada tanggung jawab di bawah salah satu perusahaan yang nantinya jadi partner joint venture. Tapi sudah dikasih tahu yang belum disentuh itu daerah Halim karena memang sedang negosiasi dengan Kementerian Pertahanan dan Lanud Halim Perdanakusuma mana saja yang akan dikasih," terangnya di Gedung WIKA, Jakarta, Kamis (28/4/2016).
(Baca juga: Menteri Rini Akui Pengeboran di Halim Belum Kantongi Izin)
Bintang mengungkapkan, bahwa pekerja asing yang diamankan tersebut merupakan tenaga ahli untuk proyek kereta cepat. Namun meskipun ahli dia memandang cara kerjanya tidak profesional.
"Mereka memang tenaga ahli, tapi kerjanya selonong boy aja. Karena sudah diomelin, orangnya kita pulangkan saja," imbuhnya.
Kendati begitu Bintang mengungkapkan, saati ini Direktur Utama PT KCIC sebagai perusahaan konsorsium proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah menghadap dan meminta maaf kepada pihak Lanud Halim Perdanakusuma.
"Sudah menghadap untuk menjelaskan semuanya," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.