JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Wieko Syofyan menyatakan, proses hukum terhadap lima warga China yang ditangkap di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, masih terus berjalan.
"Kemarin sudah diserahkan pada pihak Imigrasi dan beberapa informasi sudah didapat. Kalau nantinya ada hal yang perlu ditindaklanjuti, kita panggil lagi yang bersangkutan baik pekerja maupun perusahaan," ujar Wieko kepada wartawan, Jumat (29/4/2016).
Imigrasi diminta tetap menahan kelima warga China tersebut, supaya dapat menggali informasi lebih dalam terkait aksi mereka.
"Pihak TNI AU meminta pada pihak Imigrasi agar penahanan dilakukan. Sejauh ini mereka memang bukan anggota militer, tapi itu bisa berkembang. Kita tetap pelajari, enggak akan lepas semuanya. Kita jadikan bahan penyelidikan di Lanud Halim," jelas dia.
Wieko menuturkan, lokasi kejadian masih terus dijaga untuk kepentingan penyelidikan lebih terkait pengeboran yang dilakukan oleh lima warga negara asing tersebut.
(Baca juga: Penyerahan Lima Pengebor asal China ke Imigrasi Dipertanyakan)
"Tempatnya sendiri saat ini kita jaga dan diselidiki apakah pengeboran itu dalam rangka untuk mengetahui struktur tanah atau tidak. Kita lihat perkembangannya, kalau itu mengarah hal-hal yang membahayakan aspek pertahanan, kita akan kembangkan," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, mereka berlima dan dua warga Indonesia yang diamankan merupakan pekerja PT Geo Central Mining mitra PT Wika. Rencananya, ketujuh orang tersebut bakal melakukan pengeboran proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Ironisnya, mereka bertujuh memasuki kawasan Lanud Halim Perdanakusuma tanpa disertai izin dan melewati pintu utama. Dari informasi yang dihimpun, para WNA yang ditangkap itu masing-masing bernama Guo Lin Zhong (28), Wang Jun (30), Zhu Huafeng (39), Cheng Qianwu (39) dan Xie Wuming (35). Sementara dua orang lainya yang merupakan Warga Negara Indonesia masing-masing bernama Yohanes Adi (38) dan Ikfan Kusnadi (38).
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.