Kunjungan Bersejarah Obama ke Museum Tragedi Hiroshima

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 27 Mei 2016 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 27 18 1399574 kunjungan-bersejarah-obama-ke-museum-tragedi-hiroshima-455JHUhztZ.jpg Presiden AS Barack Obama menaruh karangan bunga di monumen tragedi Hiroshima (Foto: Toru Hanai/Reuters)

HIROSHIMA – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai presiden pertama Negeri Paman Sam yang mengunjungi museum peringatan Hiroshima ketika masih memegang jabatan.

Pria berdarah Kenya itu mengunjungi Hiroshima dengan menggunakan helikopter serta mendapat pengawalan ketat. Obama kemudian menghabiskan waktu sebentar di museum tersebut sebelum meletakkan karangan bunga di atas monumen Hiroshima dengan disaksikan korban yang selamat dari tragedi tersebut.

Presiden ke-44 AS itu menyebut sejak tragedi Hiroshima yang menewaskan sedikitnya 140 ribu orang pada 6 Agustus 1945, dunia telah banyak berubah. Obama mengatakan, sebuah dinding api menghancurkan kota dan menunjukkan bahwa manusia memiliki sarana untuk menghancurkan sesamanya.

Seperti yang sudah gencar diberitakan, pria kelahiran Hawaii itu tidak meminta maaf terhadap para korban Hiroshima atas pengeboman AS. Namun, Obama memberikan penghormatan kepada korban tak berdosa yang tewas dengan mengatakan jiwa mereka kini berbicara kepada para hadirin.

“Kita berbagi tanggung jawab untuk melihat kepada sejarah dan bertanya apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi penderitaan. Kita tidak terikat pada kode genetik untuk mengulangi kesalahan di masa lalu. Kita bisa belajar,” ucap Obama dalam pidatonya, seperti dimuat NBC News, Jumat (27/5/2016).

“Kita tahu penderitaan yang disebabkan oleh perang. Mari kita temukan keberanian, bersama-sama untuk menyebarkan perdamaian dan mendorong terciptanya dunia tanpa senjata nuklir,” tulis Obama dalam buku tamu museum Hiroshima.

Meski permintaan maaf akan memuaskan beberapa pihak di sisi Jepang, tetapi beberapa penyintas tragedi tersebut hanya berharap terjadi sebuah perubahan. “Gerakan untuk menghapus senjata nuklir belum maksimal. Kami berharap kunjungan Obama dapat menciptakan momentum tersebut,” ujar salah satu penyintas yang hadir, Kunihiko Iida.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini