Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Panglima TNI: Neoliberalisme Lebih Berbahaya daripada PKI

Syamsul Anwar Khoemaeni , Jurnalis-Kamis, 02 Juni 2016 |14:55 WIB
Panglima TNI: Neoliberalisme Lebih Berbahaya daripada PKI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berjalan di depan barisan prajurit TNI (Antara)
A
A
A

JAKARTA – Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein menyebutkan Partai Komunis Indonesia (PKI) bakal bangkit kembali pada 2017. Namun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan, selama masih ada Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1966, komunisme tetap dilarang di Indonesia. Terlebih, tak ada lembaga negara yang bisa mencabut ketetapan itu.

"Nah, masalah komunis kan sudah dilarang oleh TAP MPRS XXV Tahun 1966, lembaga mana yang bisa membubarkan MPRS ini," ujar Gatot di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).

Kala itu, Tap MPRS dibuat oleh lembaga tertinggi. Namun, saat ini MPR sudah menjadi lembaga tinggi negara sejajar dengan DPR, BPK dan sejumlah lembaga lain.

"Tap MPRS dibuat oleh lembaga tertinggi, sekarang jadi lembaga tinggi. Jadi enggak usah khawatir, enggak akan bisa. Jadi udah final,” ujar Gatot.

(Baca juga: Sebut PKI Muncul Lagi, DPR: Kivlan Zein Membuat "Hantu" Baru)

Meski demikian, mantan KSAD itu mengingatkan agar isu kebangkitan PKI tidak hanya dilihat dari permukaan saja. Ia mengimbau adanya sikap waspada terhadap neoliberalisme dan neokapitalisme.

"Saya juga mengingatkan kebangkitan PKI bukan dilihat hanya di permukaan, tapi di bawah permukaan. PKI berbahaya, tapi yang lebih berbahaya neokapitalisme, neoliberalisme. Sudah ada contoh di Belanda, Prancis, Denmark sekarang gereja mulai dijual karena kosong. Ini proses lama-lama orang jadi ateis nanti masuk jadi komunis, jadi harus diwaspadai ini," tandasnya.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement