KOLN – Enam orang warga Rusia ditahan otoritas Jerman karena menyerang dua orang turis asal Spanyol di depan Katedral Koln. Satu tersangka lainnya berhasil melarikan diri dari kepolisian. Insiden tersebut terjadi pada Kamis 16 Juni 2016 sore waktu setempat.
Menurut laporan media lokal Koln, sekelompok pendukung garis keras atau hooligans Rusia tengah dalam perjalanan kembali ke negaranya usai dideportasi dari Prancis karena terlibat keributan pada turnamen sepakbola Piala Eropa 2016. Mereka dijadwalkan terbang ke Moskow dari Koln.
Seperti dimuat Deutsche Welle, Jumat (17/6/2016), juru bicara kepolisian mengatakan pihak Bandara Koln sudah diberi tahu bahwa tujuh orang tersebut memiliki tiket pesawat dengan jadwal terbang Kamis 16 Juni 2016 pukul 21.00 waktu setempat.
Insiden penyerangan bermula ketika tujuh pria itu bertemu dengan sekelompok turis asal Spanyol di depan Katedral Koln. Para penyerang itu dilaporkan menggunakan sarung tangan dan topeng dalam melakukan aksinya. Akibatnya, tiga orang turis luka-luka dengan seorang di antaranya menderita patah hidung.
Diduga, mereka termasuk dalam 20 orang yang dideportasi oleh Prancis setelah terlibat bentrokan dengan pendukung Inggris di Marseille pada 11 Juni 2016. Sebanyak 43 warga Rusia ditangkap di atas bus menuju Lille untuk mendukung Tim Beruang Merah.
Selain 20 orang yang dideportasi, Prancis juga menjatuhkan hukuman penjara bagi tiga warga Rusia. Sementara, 20 orang lainnya dibebaskan dari tahanan tanpa ada hukuman lebih lanjut.
(Wikanto Arungbudoyo)