Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perang Iran-Amerika Pakai Teknologi Canggih, Eks Jenderal Tempur Ini Sindir Panglima TNI

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |01:16 WIB
Perang Iran-Amerika Pakai Teknologi Canggih, Eks Jenderal Tempur Ini Sindir Panglima TNI
Perang Iran-Amerika Pakai Teknologi Canggih, Eks Jenderal Tempur Ini Sindir Panglima TNI
A
A
A

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyebut langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menerbitkan telegram siaga 1 tidak relevan dalam menyikapi eskalasi Timur Tengah. Pasalnya, senjata yang digunakan dalam konflik di Timur Tengah telah memakai teknologi canggih.

"Tidak klopnya begini. Di atas itu kan (disebutkan) bahwa dalam rangka menyikapi adanya perkembangan situasi keamanan karena adanya perang antara Iran VS Amerika garis miring Israel di Timur Tengah, maka situasi dinyatakan Siaga Satu. Oke," kata Hasanuddin kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Mantan Jenderal TNI ini menyebut,  perang di Timur Tengah tidak menempatkan pasukan sebagai ujung tombak, melainkan pemanfaatan teknologi seperti drone.

"Tapi deployed-nya, penggunaan pasukannya, ya, lalu kalau kita lihat nih berdasarkan kenyataan, perang itu kan menggunakan peluru kendali, drone, pesawat udara. Tapi kalau yang ditempatkan misalnya pasukan satuan-satuan biasa untuk patroli di gang-gang di darat kan irrelevant kan," tegas Hasanuddin.

Sebelumnya, Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengenai status Siaga 1 bagi seluruh pasukan.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika konflik di Timur Tengah sekaligus hasil evaluasi situasi keamanan dalam negeri. Brigjen Aulia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan mandat UU TNI untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara dari berbagai potensi ancaman.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement