"Kelahiran ini jadi kado Lebaran bagi pengunjung TSI Prigen dan pecinta satwa langka. Kelahiran satwa langka ini menjadi momen penting bagi keberhasilan konservasi satwa yang dilindungi," tandas Idham Rustian.
Berbeda dengan jenis primata lain, lanjut Idham, induk pejantan biasanya hanya akan mengawasi anak-anak mereka dari kejauhan saja. Tetapi pada nduk Tamarin Pinche baik jantan dan betina bisa bergantian mengasuh atau menggendong bayinya.
Cotton Top Tamarin adalah salah satu jenis primata terkecil didunia yang memiliki berat badan yang hanya mencapai sekira 0,5 kilogram. Bagian belakang Cotton-top Tamarin berwarna coklat dan memiliki gigi taring lebih rendah dan lebih panjang dari gigi seri.
Satwa yang terancam punah ini memiliki suara yang lembut dan terkadang terdengar seperti peluit. Berdasarkan penelitian, satwa yang juga dikenal sebagai Tamarin Pinche memiliki 38 jenis suara yang berbeda.
(Salman Mardira)