Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Angin Muson Australia Picu Suhu Dingin di Yogyakarta

Agregasi Kedaulatan Rakyat , Jurnalis-Jum'at, 05 Agustus 2016 |11:56 WIB
Angin Muson Australia Picu Suhu Dingin di Yogyakarta
Ilustrasi
A
A
A

YOGYAKARTA – Wilayah Yogyakarta akan bersuhu lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari ke depan, terutama saat malam hari. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hal ini lantaran dipicu adanya angin muson Australia.

Kendati demikian suhu ini belum tergolong ekstrim, karena hal tersebut biasa terjadi saat musim kemarau.

"Suhu udara dingin yang akhir-akhir ini dirasakan oleh masyarakat DIY, karena adanya aliran angin muson Australia. Padahal saat ini Australia sedang memasuki musim dingin sehingga sifat anginnya menjadi cukup dingin,” kata Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiono, seperti dikutip dari KRjogja.com, Jumat (5/8/2016).

Djoko menambahkan, pada malam hari suhu udara di DIY cenderung dingin dengan suhu minimum 22 sampai 24 derajat Celsius. Angin muson Australia tersebut, umumnya terjadi pada periode musim kemarau.

Biasanya pada periode tersebut suhu udara pada siang hari terasa cukup panas, sementara pada malam hari cenderung dingin. "Musim kemarau yang cenderung basah, menjadikan cuaca sering berubah,” ujar dia.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement