Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Miris, Sekolah Tertua di Desa Sibetan Bali Tak Miliki Siswa

Raiza Andini , Jurnalis-Minggu, 07 Agustus 2016 |16:10 WIB
Miris, Sekolah Tertua di Desa Sibetan Bali Tak Miliki Siswa
SDN 1 Sibetan tidak memiliki murid lantaran tidak ada guru yang mengajar (foto: Raiza/Okezone)
A
A
A

KARANGASEM - Potret memilukan terjadi di Sekolah Dasar Negeri 2 Sibetan, Karangasem, Bali. Sekolah yang sudah berdiri sejak abad ke-18 itu mangkrak tidak berpenghuni.

Kepala Desa Sibetan, I Nengah Kompiang menuturkan tahun ini tak ada satupun warga setempat yang menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. Nengah menuturkan alasan masyarakat bukan karena faktor ekonomi, namun tidak adanya tenaga pengajar yang mumpuni untuk memberikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

"Tahun ini tidak ada murid, semua ke SDN 1 SIbetan. Karena kurang perhatian pemerintah dan tidak adanya guru di sana ada guru tapi relawan saja bukan seperti PNS seperti yang lain, itu penyebab tidak adanya murid di sana," terang Nengah saat dikunjungi Okezone di kediamannya, Sibetan, Karangasem, Minggu (7/8/2016).

Pantauan Okezone di lokasi, sekolah tersebut memiliki arsitektur khas Bali dengan ukiran-ukiran di dindingnya seperti gapura dan terdapat sedikitnya 15 unit kelas lengkap dengan fasilitas menunjang untuk kegiatan belajar siswa.

Bangunan tersebut, tampak masih sangat kokoh, meski ada beberapa plafon yang terbuat dari bambu sedikit hancur namun ruang kelasnya masih bisa dipergunakan dengan baik.

Nengah Kompiang yang merupakan alumni sekolah tersebut sangat prihatin dan ingin memperjuangkan bekas sekolahnya dahulu agar tetap memiliki murid dan mengaktifkan kembali sekolah yang memiliki nilai sejarah itu.

"Itu sekolah pertama di Desa Sibetan, saya alumni di sana tahun 80-an. Saya ingin mempertahankan sekolah itu sampai sekarang, tapi pemerintah pusat belum memberikan perhatianya ke sini," tambahnya kecewa.

Saat ini sekolah tersebut tidak memiliki satu muridpun, empat guru relawan yang sebelumnya pernah mengajar di sana ada beberapa yang pindah ke Denpasar lantaran mendapatkan pekerjaan yang layak. sehingga sekolah tersebut sudah tidak lagi aktif dan hanya sebatas bangunan kosong saja.

"Mau bertahan juga sulit, karena murid tidak ada. Guru di sana relawan yang dipakai penjaga sekolah satu, guru relawan diberi upah yang tdak seberapa, kita sudah menghadap kelian banjar adat, dari beliau akan mengkaji api belum ada sampai saat ini," tutupnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement