TERNATE - Pascaerupsi Gunung Api Gamalama, Maluku Utara, kondisi udara di Ternate mulai membaik, namun tak membuat warga kota itu bebas dari bencana alam. Potensi bencana diperkirakan masih terjadi dari dampak erupsi Gunung Gamalama.
Kepala Sub Direktorat Pembersihan Lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Johny Sumbung menuturkan, meski aktifitas erupsi abu vulkanis Gunung Gamalama kian menurun, namun potensi bencana lain bisa terjadi sewaktu-waktu.
Misalnya banjir lahar dingin berisi marerial pasir dan batu yang bisa saja melanda jika hujan lebat, karena setelah erupsi abu vulkanis beberapa hari lalu, sisa material masih ada di puncak gunung.
"Potensi banjir lahar dingin masih terjadi jika curah hujan dengan intensitas kurang lebih selama tiga jam, karena berdasarkan data dari BMKG Babullah Ternate ke depan akan terjadi hujan dan diprediksi curah hujan selama tiga jam dapat menyebabkan bajir lahar dingin menyerang pemukiman warga," jelas Jhony kepada wartawan di Ternate, Minggu (7/8/2016).
Tumpukan material berada di puncak gunung itu, dapat dilihat pada beberapa sungai seperti Sungai Tugurara. Hasil pemantaun, material hampir memenuhi sungai, itu dapat dipastikan ribuan kubik material di pucak Gunung Gamalam masih ada. Untuk itu, potensi banjir lahar dingin bisa tejadi pada saat hujan lebat.