Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sukses Indra Sjafri Harumkan Sepakbola Indonesia di Mata Dunia

Ramdani Bur , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2016 |11:29 WIB
Sukses Indra Sjafri Harumkan Sepakbola Indonesia di Mata Dunia
Pelatih timnas U-19 Indra Sjafri (foto: Okezone)
A
A
A

SEPTEMBER 2013 menjadi momentum yang tidak bisa dilupakan seluruh insan sepakbola Indonesia, khususnya Timnas U-19. Melalui drama adu penalti, Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan meraih mahkota juara pada Piala AFF 2013. Prestasi emas tersebut dibukukan usai menundukkan Vietnam 7-6.

Pujian mengalir dari berbagai pihak. Seluruh penggawa Garuda Jaya tersebut dielu-elukan bagai pahlawan. Tentu sukses anak bangsa itu tidak lepas dari briliannya strategi yang diracik pelatih Indra Sjafri. Sepakbola Indonesia pun lepas dari kutukan tidak pernah mengangkat trofi juara dalam kurun 25 tahun terakhir.

Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 tersebut membayar tuntas kepercayaan federasi sepakbola Indonesia, PSSI. Prestasi itu sekaligus membuktikan bahwa pelatih hebat tidak hanya berada di kota besar. Kepercayaan penuh yang diberikan PSSI kepada seorang pelatih dalam memilih pemain juga menjadi harga mati.

Indra Sjafri merupakan pahlawan sepakbola yang lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kendati namanya tidak tersohor, ia pernah menunjukkan talenta di lapangan hijau. Pada 1980-an, Indra pernah membela dan melatih PSP Padang.

Bekerja di Pos Indonesia

Karier profesionalnya di sepakbola sempat terhenti karena memutuskan bekerja di PT Pos Indonesia Cabang Kota Padang. Hati kecilnya kembali terpanggil untuk membentuk satu tim tangguh. Memang dia tidak serta-merta langsung dipercaya membentuk Timnas U-19.

Sebelum namanya populer seperti sekarang, Indra diminta menukangi Timnas U-16 Indonesia yang tampil pada babak penyisihan Piala Asia U-16 di Thailand. Saat itu Indonesia gagal menduduki tangga juara.

Pada 2012, Indra berhasil membawa timnas junior merebut mahkota juara turnamen tingkat Asia, Hong Kong International Youth Football (HKFA) U-17 dan HKFA U-19. Indra juga pernah bertugas sebagai instruktur dan pemandu bakat di PSSI sejak Mei 2009.

Masa emas dan kebahagiaan Indra bersama Timnas U-19 akhirnya usai. PSSI dengan otoritasnya memecat Indra sebagai pelatih setelah Timnas U-19 terhenti pada babak penyisihan Piala Asia 2014.

Awalnya, PSSI akan mempertahankan Indra bila mampu membawa anak asuhnya melaju ke babak empat besar di Piala Asia. Menjadi semifinalis Piala Asia sama artinya meraih tiket langsung berlaga pada Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru.

Banting Setir Jadi Konsultan

Setelahnya, ayah dari dua anak tersebut memilih menjadi konsultan. Dia bekerja di Akademi Sepakbola Jaya Perkasa Purwakarta yang dibentuk Bupati Dedi Mulyadi.

Usai banting setir menjadi konsultan, pada akhir Desember 2014, pria yang kini berusia 53 tahun ditunjuk menjadi pelatih Bali United dan mendapat kontrak selama lima tahun. Kesamaan visi dan misi yakni keinginan mengembangkan pemain muda menjadi alasan utama Indra menyambut tawaran klub yang awalnya bernama Persisam Putra Samarinda tersebut.

Karena itu, di awal kepelatihan bersama tim yang bermarkas di Stadion Dipta Gianyar tersebut, Indra menolak rencana tim untuk mendatangkan pemain asing. Indra lebih ingin mengorbitkan pemain-pemain muda asli daerah setempat seperti I Nyoma Adi Parwa atau dari provinsi lain macam Yabes Roni (Nusa Tenggara Timur).

Namun, karena kebutuhan tim, Indra sedikit mengubah kebijakannya jelang tampil di turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Indra menggunakan jasa tiga pemain asing yakni Ahn Byung-Keon (Korea Selatan), Kiko Insa (Spanyol) dan Nemanja Vidakovic (Serbia).

Berkat strategi Indra, serta kombinasi pemain muda dan asing, Bali United sanggup menduduki posisi tujuh dari 18 peserta hingga TSC 2016 memasuki pekan ke-12. Bali United memang jauh dari posisi teratas yang saat ini ditempati Madura United. Namun, Indra tidak ditargetkan membawa Bali United menjadi kampiun musim ini.

Indra diharapkan manajemen mampu membawa Bali United berjaya di tahun ketiganya bersama tim yang dimiliki Pieter Tanuri tersebut. Hal itu berarti, Indra baru dituntut membawa Bali United meraih podium teratas di tahun ketiga atau pada gelaran Liga Indonesia 2017.

PROFIL

Nama Lengkap : Indra Sjafri

Nama Panggilan : Indra

TTL : 2 Februari 1963

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

Profesi : Pelatih Sepakbola

Nama Istri : Temi Indrayani

Nama anak : Aryandra Andaru dan Diandra Aryandari

Pendidikan : SMA Negeri 2 Padang, Fakultas Ekonomi Universitas Andalas

Karier Pemain : PSP Padang (1986-1991)

Kepelatihan : Timnas Indonesia U-16 (2011), Timnas Indonesia U-19 (2013-2014), Bali United (2014- sekarang)

 

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement