Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bandara Umumkan Penerbangan ke Palestina, Penumpang Israel Ngamuk

Silviana Dharma , Jurnalis-Rabu, 07 September 2016 |16:30 WIB
Bandara Umumkan Penerbangan ke Palestina, Penumpang Israel <i>Ngamuk</i>
Ilustrasi. Maskapai penerbangan Air Serbia. (Foto: Ex-Yu Aviation News)
A
A
A

BELGRADE – Petugas informasi bandara Belgrade Nikola Tesla di Serbia melakukan kekeliruan dengan menyebut tujuan penerbangan ke Israel sebagai Palestina. Pengumuman tersebut lantas diprotes oleh penumpang asal Israel yang menggunakan jasa maskapai penerbangan Air Serbia untuk kembali ke negaranya.

“Saya tidak bisa mempercayai pendengaran saya. Awalnya, saya pikir saya salah dengar, jadi saya bertanya ke penumpang lain, benarkah penerbangan ini dibilang menuju ke Palestina. Mereka bilang, ya, saya tidak salah dengar,” ujar seorang penumpang asal Israel, seperti dilansir dari Al Araby, Rabu (7/9/2016).

Salah seorang penumpang mengaku mendebatkan pengumuman itu ke petugas di bandara. Ketika kemarahan si penumpang tak dapat diredakan, petugas kedua datang dan menjelaskan kalau penerbangan di terminal C3 itu ditujukan ke Tel Aviv, bukan ke Israel.

Penjelasan itu pun semakin membingungkan dirinya. Dihantui rasa penasaran, penumpang Israel yang kesal ini mendatangi loket penerbangan Air Serbia untuk mengonfirmasi tujuan penerbangan yang sudah dia pesan.

“Saya mendatangi loket perusahaan (penerbangan tersebut), didampingi seorang pria asal Rosh Pina. Dia juga mau ke Israel. Kami minta ke petugas di loket untuk mengumumkan sekali lagi kalau penerbangan (ke Tel Aviv) itu adalah ke Israel bukan Palestina,” tukasnya.

Akan tetapi, si petugas loket bandara juga menjawab hal yang sama dengan rekan dia sebelumnya. Penerbangan itu akan ditujukan ke Tel Aviv, Palestina bukan Israel.

Akibatnya, sebagian penumpang Israel yang marah menolak untuk naik ke pesawat sebelum disiarkan pengumuman ketiga jika Tel Aviv itu di Israel, bukan wilayahnya Palestina. Meskipun, ada juga penumpang yang tak mau ambil pusing dengan kesalahan penyebutan itu dan tetap naik pada waktunya.

Faktanya, insiden yang terjadi pada 31 Agustus lalu itu berbuntut panjang. Kabar ini bergaung sampai ke Kementerian Luar Negeri Israel. Juru bicara Kemlu Israel, Emmanuel Nachson memastikan akan memperkarakan masalah ini kepada pemerintah Serbia.

“Tidak bisa saya bayangkan, pejabat di bandara yang bicara dengan pengeras suara bisa mengaburkan fakta seperti ini. Mereka melakukannya dengan cara yang provokatif dan tidak beretika. Kedubes Israel di Belgrade akan mengedapankan masalah ini pada urutan teratas (top priority),” imbuh Nachson.

Kepada Dubes Israel di Serbia, Alona Fisher, pihak penerbangan Air Serbia sudah meminta maaf. Pemiliknya meyakinkan bahwa pengumuman itu murni kekeliruan yang tidak disengaja. Kasus ini kabarnya sudah diminta untuk tidak sampai terulang lagi.

Pada dasarnya, Palestina tidak lagi memiliki bandara. Landasan udara mereka di Gaza sudah habis dibombardir oleh Israel. Bahkan, setiap arus masuk ke Palestina harus melalui sepengetahuan Israel dulu.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement