VIENTIANE - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Amerika Serikat (KTT ASEAN-AS) di National Convention Centre, Vientiane, Laos. Ada dua isu utama yang dikedepankan yakni pemberantasan ilegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam upayanya menanggulangi pengambilan sumber daya laut di perairan Indonesia secara tidak sah, Presiden Jokowi mendesak diperkuatnya kapasitas pertukaran informasi di kawasan. Pasalnya, masalah ini telah mengancam keamanan bangsa dan mencemari lingkungan hidup. Selain itu, kesejahteraan rakyat juga digerogoti, mengingat Indonesia mengalami kerugian sebesar USD200 miliar atau Rp2.603 triliun per tahun akibat kejahatan ini.
Adapun terkait pengembangan dan pemberdayaan UMKM, kepala negara kelahiran Solo tersebut menyatakan pentingnya kerjasama ASEAN-AS yang telah memberikan hasil positif dalam pertemuan di Sunnylands beberapa waktu lalu.
"Indonesia mendorong rencana pendirian ASEAN-US Connect untuk memperkuat UMKM dan integrasi ekonomi ASEAN serta memberdayakan UMKM melalui pengembangan teknologi informasi," imbuhnya.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan KTT ASEAN-AS di Sunnylands pada 15-16 Februari. Terutama mengenai kebijakan Pivot to Asia yang telah menjadi bukti dipandangnya ASEAN sebagai mitra penting yang strategis bagi Amerika Serikat.
"Indonesia menghargai kebijakan 'Pivot to Asia' sebagai upaya Presiden Obama mendekatkan diri dengan Asia dan menghasilkan kemitraan strategis antara ASEAN dan AS," timpalnya.
(Rahmad Sahid)
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.