DALAM sejarah terdapat dua sisi kontras yang kerap menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya. Ada hal baik yang perlu diteladani dan ada pula hal buruk yang alangkah baiknya tidak diulangi.
Perang dan darah, kemenangan dan air mata seolah selalu menghiasi perjalanan banyak bangsa di dunia tanpa terkecuali. Semua itu acapkali dilakukan untuk menunjukkan dominasinya atas suku dan atau bangsa lain.
Namun begitu, tidak semua pelaku perang adalah pejuang. Ada juga para penjahatnya. Sementara sebagian lagi dibenci dan disegani bukan karena menjadi penjahat perang, tetapi lantaran reputasi buruk yang melekat padanya.
Pada kesempatan ini, Okezone akan membahas lima bangsa yang memiliki reputasi buruk sehingga ditakuti oleh bangsa lain.
• Suku Maori
Suku Maori adalah suku asli dari masyarakat Polinesia yang tinggal di wilayah Selandia Baru. Namun, suku ini memiliki reputasi yang buruk pada abad 18, khususnya bagi orang-orang yang berasal dari luar lingkup suku Maori. Satu hal yang membuat nama suku Maori terkenal di kalangan pelaut asing adalah mereka dipercaya sebagai suku kanibal.
Suku Maori diklaim melakukan praktik kanibal ketika sedang dalam keadaan perang. Pasalnya, suku Maori percaya dengan memakan daging dari musuh maka mereka akan mendapatkan kekuatan dari sang musuh.
Praktik kanibalisme ini sempat disaksikan oleh beberapa orang yang selamat pada Oktober 1809. Tepatnya ketika kapal yang mengangkut para tahanan dari Eropa diserang oleh suku Maori sebagai tindakan balasan atas pelecehan yang dilakukan anak buah kapal (ABK) tersebut terhadap anak kepala suku Maori.
Dikabarkan, suku Maori membantai 66 ABK di atas kapal. Tidak selesai sampai di sana saja, suku Maori membawa jenazah serta ABK yang masih hidup ke daratan.
Beberapa ABK yang selamat sempat bersembunyi, namun yang mereka saksikan hanya teror tak berujung. Mereka melihat para anggota suku Maori memakan daging rekan-rekan ABK yang selamat dari malam hingga keesokan paginya.