CIREBON – Banyak aksi yang dilakukan geng motor, baik yang positif maupun negatif, seperti pengakuan sejumlah anggota geng motor, mulai dari balapan hingga melakukan kekerasan.
Salah seorang anggota geng motor XTC Cirebon, Karno, mengaku dirinya mulai bergabung menjadi anggota geng motor ketika usianya memasuki 16 tahun. Pada usia itu, Karno masih labil dan ingin mencari jati diri serta diakui keberadaannya.
"Untuk itu saya memilih masuk anggota geng motor agar eksistensi saya diakui," kata dia di acara talkshow ‘Strategi Penanggulangan Geng Motor sebagai Bentuk Perilaku Menyimpang’ di Hotel Aston, Cirebon, Selasa (20/9/2016).
Ia mengatakan, dirinya pernah ikut melakukan kekerasan seperti tawuran dan membacok orang, namun sekarang ia sudah beralih ke kegiatan yang positif.
"Dulu memang pernah namun sekarang sudah tidak lagi," tegasnya.
Sementera Fajar, Humas Geng Motor Moonraker Cirebon, menuturkan bahwa telah bergabung dengan geng motor sejak masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama (SMP). Ia menjelaskan, Moonraker terbentuk pada 7 Juli 2007 dan tersebar di 12 wilayah di Indonesia dengan jumlah anggota sebanyak 3.000 orang.
"Awalnya suka balapan dan kumpul-kumpul, namun kegiatan kami tidak memancing keributan. Misalnya kami melakukan bakti sosial, kemanusiaan, dan kegiatan sosial lainnya," pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.