JAKARTA – Sebanyak tiga pasangan calon mendaftar untuk bertarung di Pilgub DKI. Beragam janji tentu akan dijadikan senjata untuk memenangkan hati warga ibu kota. Namun yang dikhawatirkan nantinya adalah janji hanya tinggal janji dan tak ada perubahan yang berarti di Jakarta.
Hal inilah yang disoroti oleh Sejarawan Betawi, JJ Rizal. Menurutnya, para kandidat jangan hanya mudah menandatangani kontrak politik dengan berbagai janji manis, namun kemudian lupa setelah duduk di kursi kekuasaan.
“Para kandidat dengan mudah minta dukungan kontrak politik, habis itu gampang ingkar janji, ini persoalan besar,” kata JJ Rizal dalam diskusi Warung Daun Sindo Trijaya, di Jakarta, Sabtu (24/9/2016).
Terlebih menurutnya, ibu kota butuh pemimpin yang berpikir untuk perubahan jangka panjang. Para pemangku kekuasaan harus memikirkan banyaknya pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
“Persoalannya tentu tantangan kota justru secara jangka panjang, contohnya selama umur panjang Jakarta, kelestarian lingkungan masih jadi PR besar,” tegasnya.
Diketahui, tiga pasangan calon yang sudah mendaftar yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana. Tiga pasang dijadwalkan menjalani tes kesehatan hari ini, Sabtu (24/9/2016), di RSAL Mintohardjo.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.